ARTICLES Life Mind Self & Growth

What’s your ‘but’?

February 16, 2014

 

“Ninety-nine percent of the failures come from people who have the habit of making excuses.”
– George Washington Carver

Question:

Coba lengkapi kalimat berikut berdasarkan pemikiran Anda akhir-akhir ini, dan tentunya boleh sebanyak-banyaknya:
”Gue pengen sih punya _______, tetapi ______”
”Gue pengen sih bisa ________, tetapi ______”
”Gue pengen sih lebih ______, tetapi _______”

Ada sebuah pertanyaan dari seorang peserta di event-nya @IDMomPreneur, “Saya memang ingin sekali punya bisnis sendiri, tetapi masih ada rasa takut. Bagaimana menghilangkan rasa takut itu?” Interesting.

Apa insight yang bisa kita dapatkan dari pertanyaan ini?

What’s your ‘but’? Kata ‘tetapi’ seperti sebuah kata yang paling sering kita dengar atau ucapkan. Bisa dilihat hanya sebagai sebuah alasan, sebuah excuse, rasionalisasi, pembenaran – yang kita tidak sadari adalah satu kata yang bisa menghambat kita. Bukan berarti kita tidak boleh mengatakan kata ‘tetapi’, tetapi setiap kali kita mengatakannya, apa yang kita bisa pelajari tentang diri kita? Tanpa kita sadari ini menunjukkan kepercayaan kita (our belief) tentang hal tersebut.

Belief adalah fakta yang sudah kita internalisasi.

What are you afraid of? Apa yang Anda takutkan? Banyak orang itu takut tetapi tidak tahu apa yang ditakutkannya. Apa yang ditakutkan itu real, asumsi, atau pemikiran yang berlebihan? Karena alasan dari tetapi itu, sebenarnya adalah ‘belief’ atau persepsi Anda terhadap sesuatu, sehingga yang perlu dipertanyakan adalah, apakah ini belief/kepercayaan yang limiting (membatasi) atau empowering (memberikan kita energi)? Kalau memang limiting, bagaimana mengubahnya menjadi empowering?

Contohnya, ketika saya tanyakan ini ke @harindabama salah satu konsultan di @DailyMeaning, ini jawabannya:

  • Gue pengen sih punya duit banyak, tetapi butuh waktu untuk mendapatkannya (Setelah digali lebih lanjut: ingin punya 2M, tetapi butuh waktu +/- 20 tahun untuk mendapatkannya)
  • Gue pengen sih bisa keliling dunia, tetapi butuh waktu dan uang banyak
  • Gue pengen sih lebih bisa gampang ngobrol sama orang, tetapi terkadang butuh effort besar karena introvert

Sehingga, belief dari Bama adalah:

  • Untuk punya duit banyak butuh waktu untuk mendapatkannya
  • Untuk bisa keliling dunia butuh waktu dan uang banyak
  • Untuk bisa gampang ngobrol sama orang butuh effort yang besar sebagai seorang introvert

Limiting vs. Empowering Belief. Dari Bama kita sama-sama bisa belajar sebenarnya tidak ada kepercayaan yang benar atau salah. Yang bisa kita perhatikan bersama adalah seberapa kepercayaan itu lebih membatasi kita (limiting) atau malah memperkuat kita (empowering). Dari penggunaan ‘tetapi’ ini, kita menjadi lebih memahami belief-belief yang membatasi kita. So, now what?

Transforming Your Belief. Kalau kita sudah memahami belief yang membatasi kita, it would be nice kalau bisa mengubahnya menjadi belief yang positif. Caranya? Well, dengan mencoba melabrak (disproof) belief tersebut dan mengubah kalimat beliefnya menjadi lebih empowering :) Ada tidak bukti/fakta yang berlawanan dengan belief tersebut?

Contoh:

  • Saya ingin sukses, tetapi saya tidak tahu caranya.
    Limiting belief: untuk sukses harus tahu caranya sekarang.
    Empowering belief: banyak orang sukses yang awalnya tidak tahu caranya.
  • Saya ingin punya pacar, tetapi tidak ada laki-laki/perempuan yang berkualitas jaman sekarang.
    Limiting belief: tidak ada orang yang berkualitas.
    Empowering belief: kalau si A bisa menemukan seseorang yang berkualitas untuknya, maka saya pun bisa.
  • Saya ingin keliling dunia, tetapi saya tidak punya uang.
    Limiting belief: keliling dunia butuh uang.
    Empowering belief: banyak orang bisa tinggal di negara manapun tanpa uang, karena beasiswa ataupun volunteering.
  • Saya ingin bisa positif, tetapi dari sananya saya memang begini.
    Limiting belief: karakter dari lahir tidak bisa diubah
    Empowering belief: banyak orang yang karakternya berubah dengan berbagai cara/insiden

Pay attention to your life by paying attention to your sentences. Latihan ini juga bisa membuat kita menjadi lebih ‘aware’ tentang apa yang terjadi dalam hidup kita dari kalimat-kalimat yang sering kita lontarkan, karena itu juga bisa memberikan kita gambaran tentang our beliefs. Coba lengkapi berbagai kalimat ini. Ingat, yang paling spontan dan cepat ya. Tidak boleh dipikirkan terlebih dahulu:

Uang itu __________________________________
Pekerjaan saya ____________________________
Saya itu orangnya __________________________
Menemukan pasangan hidup itu _______________
Sukses itu ________________________________
Waktu ___________________________________
Hidup ini __________________________________

Contohnya:

Sentence: Pekerjaan saya nyita waktu banget
Tipe: Limiting
Belief: Kerjaan itu menyita waktu banyak
Konsekuensi: Kerjaan mau banyak ataupun sedikit akan menyita waktu banyak
Transformed Belief: Kerjaan itu memang banyak, tetapi gue semakin pandai mengatur waktu

Sentence: Sukses itu butuh kerja keras (? kesannya susah sekali untuk sukses)
Tipe: Limiting
Belief: Orang yang tidak kerja keras tidak bisa sukses.
Konsekuensi: Berasa harus mengorbankan sesuatu untuk sukses.
Transformed Belief: Untuk bisa sukses itu diperlukan konsistensi dan fokus.

Sentence: Uang itu racun hidup.
Tipe: Limiting
Belief: Uang itu jahat. Tidak baik.
Konsekuensi: Tidak bisa menikmati uang.
Transformed Belief: Uang itu bisa menjadi madu atau racun, tergantung bagaimana menggunakannya.

Sentence: Hidup ini adalah my playground.
Tipe: Empowering
(Kalau sudah empowering belief ya tidak perlu diapa-apakan lagi)

Pleasure or Pain?  Kalau memang takut bangkrut ketika berbisnis, takut patah hati dalam sebuah hubungan, takut … well. Mungkinkah karena kita belum benar-benar siap/ingin? Kalau belum siap bangkrut, tandanya belum siap berbisnis. Kalau belum siap patah hati tandanya belum siap untuk memiliki komitmen. Ada 2 hal yang bisa menggerakkan kita: Pleasure or Pain. Pleasure adalah apabila apa yang kita inginkan lebih besar dari rasa takut. Dan Pain adalah tergerak ketika kondisi saat ini sangat tidak menyenangkan sehingga apapun yang terjadi akan lebih baik dari kondisi saat ini. What’s your P? Ini yang memberikan kita ‘sense of urgency‘. Banyak orang tidak mengetahui ataupun memiliki Pleasure ataupun Pain dalam hidupnya, sehingga…. bagaimana bisa bergerak atau tergerak?

What’s the worst that can happen? Ketika saya harus memutuskan untuk meninggalkan usaha saya, ada banyak rasa takut. Nanti saya tidak punya penghasilan lagi, nanti saya akan kerja apa, saya bisa mendapatkan penghasilan baru atau tidak ya? Semua keluar. Lalu saya bertanya, “Hal terburuk apa yang bisa terjadi?” Yang terburuk adalah, saat itu saya tidak punya pekerjaan tetap, dan penghasilan yang mungkin tidak seberapa, dan paling tinggal di rumah ayah sambil mengerjakan beberapa pekerjaan free-lance. Apa yang lebih baik? Bangkrut 6 bulan dari sekarang atau ada di kondisi saya yang saat ini? Well, saya lebih memilih bangkrut 6 bulan ke depan dibandingkan tidak melakukan apa-apa dan tetap ada di kondisi yang sekarang. Ketika kita nyaman dan siap untuk menghadapi ini, ada sebuah rasa percaya diri yang baru.

What’s the best that can happen? Kita sering lupa menanyakan hal ini, “hal terbaik apa yang bisa terjadi?” Sampai kita benar-benar percaya itu bisa terjadi. Otak kita memang lebih banyak memikirkan hal-hal negatif dibandingkan hal-hal positif.

What can you do today that makes you 1 step closer to what you want? Jadi, apa yang Anda inginkan? Coba dilengkapi:

“Saya ingin sekali memiliki/bisa/menjadi ____________,
tetapi ________________ ”
Lalu coba share, apa Limiting Belief & Empowering Belief-nya.

Love,
@aristiwidya

  • Reply
    Annisa
    February 16, 2014 at 7:49 am

    wow, aku suka ini..
    baru sadar juga, “tetapi” itu cuma menghambat diri kita.
    dan bisa jadi kegagalan-kegagalan dalam hidup itu karna adanya limiting belifes ini ya.
    kalau saya :

    “saya ingin sekali melakukan banyak hal di usia muda, tetapi saya bingung mengatur waktunya”
    Limiting belief : bingung mengatur waktu
    Empowering belief: banyak kok yang bisa mengatur waktunya.

    • Reply
      Aristiwidya
      February 16, 2014 at 10:08 am

      Annisa,
      I love this. Thank you for sharing!!!!! Senang ini bisa sedikit membantu kamu memahami ‘limiting beliefs’ ya. Yang kerennya, setiap kita mengalami hambatan atau kegagalan, ini bisa menjadi alat untuk melihat, dimana limiting beliefs kita saat ini.
      xoxo.

      • Reply
        The Unlearn Team
        February 17, 2014 at 7:37 am

        Nice 🙂

        • Reply
          Annisa
          April 5, 2014 at 10:17 pm

          nice 🙂

Leave a Reply