Tumbuh terjadi ketika apa yang kita ketahui mengubah cara kita hidup.

No Comment

“Every experience is a lesson, every loss is a gain.”
? Sri Sathya Sai Baba

Kalau kita bertemu anak, keponakan, sepupu yang pulang sekolah, apa pertanyaan yang kita lontarkan kepada mereka?
– Hi sayang, bagaimana sekolah hari ini?
– Belajar apa?

Dan kita paling sebal ketika dijawab bagaimana? “Yah gitu deh.”

What do I learn from this?

Mencoba menjawab 2 pertanyaan itu setiap hari, setiap tahun. Seperti ketika saya dan tiga teman saya duduk sambil makan pagi, terkurung hujan, di akhir tahun 2011 kemarin di pulau Belitung. Agar saya merasa bahwa saya tetap belajar, walau tidak bersekolah lagi. That this life is my school.

growing-older-is-compulsory-life-quotes-sayings-picturesWhy? Well, jujur, banyak hal yang saya tidak pelajari di sekolah, terutama tentang hidup.

Tentang bagaimana menjadi lebih pe-de. Bagaimana memperkuat karakter saya. Apa itu pertemanan. Bagaimana mengatasi jatuh cinta dan heart break. Tetapi, kalau saya sudah tidak bersekolah lagi, dari mana saya tahu saya naik kelas?

Memahami apa yang saja pelajari dan bagaimana itu telah merubah perspektif, beliefs dan values saja, memberikan saya alat ukur bahwa saya sudah naik kelas in this school of life. I learn how to live.

The acquisition of knowledge doesn’t mean you’re growing. Growing happens when what you know changes how you live.

Mendapatkan pengetahuan tidak berarti kita telah tumbuh. Tumbuh terjadi ketika apa yang kita ketahui mengubah cara kita hidup.

Uf, saya ulangi sekali lagi, karena saya pun sedikit tertampar. Tumbuh terjadi ketika APA YANG KITA KETAHUI MENGUBAH CARA KITA HIDUP.

Saya iseng, bertanya kepada Irma (@rumahkopi), dalam kurang dari 6 bulannya dia di @DailyMeaning, apa pembelajaran terbesar yang dia ingat. Jawabannya bagi Irma adalah “Open Mind, Open Heart.” Hmm, interesting. Apa artinya Irma?

  • Mengubah cara kerja: “Dulu ketika membuat email fokusnya gue punya apa, kebutuhan apa dan itu yang disampaikan. Tetapi sekarang, gue ingin positioning seperti apa dan membuat lawan bicara nyaman terus bisa mempertemukan kebutuhan, bagaimana caranya ya?”
  • Mengubah cara berpikir: “Dulu, lebih fokus ke gue itu siapa, bisa melakukan apa. Lebih self-centered. Sekarang lebih mempertanyakan, timku tuh seperti apa ya? Kerja yang nyaman bagi mereka itu seperti apa ya? Dan agar bisa kerja bareng-bareng dengan nyaman bagaimana ya?”
  • Mengubah habit: “Dulu, excitement itu dapat dari achievement. Selesai, lalu happy. Tetapi sekarang, mendapatkan excitement dari mengerjakan sesuatu. Mencari meaning/makna/manfaat dari aktivitas walau tidak ada hubungannya dengan pekerjaan. Contohnya, ngobrol dengan Ibu sharing tentang @IDMomPreneur, itu yang membuat hari saya menyenangkan sepanjang hari.” Dan akhirnya Irma di sini memiliki habit untuk bertanya ke dirinya sendiri setiap hari: ‘apa yang membuat hari ini menyenangkan?’

Proses pendewasaan terjadi setiap kali kita berubah.

Menjadi ‘Ibu’nya Irma di kantor rasanya ingin menangis terharu. Keren sekali pertumbuhan-nya. Ia pun mengatakan bahwa Ia merasa menjadi lebih dewasa. Dulu, kalau ketemu orang yang memiliki pembawaan negatif itu merasa kesal, terbawa ego. Tetapi sekarang lebih santai dan cuek. Kalau ditanya bagaimana caranya, Irma tetap belum bisa menjawab. Yang saya dapatkan adalah, setiap kali kita berubah, mengubah sebuah kebiasaan untuk menjadi lebih ‘baik’, proses pendewasaan ini terjadi – emotional maturity terjadi dengan sendirinya.

Kita dewasa bukan karena usia ataupun pengalaman, tetapi berapa banyak dari pengalaman tersebut yang telah kita gunakan untuk mengubah diri kita dan orang lain untuk menjadi lebih nyaman dengan hidup.

So, now what? Well, kita ingin belajar dari teman-teman semua. So, please share apa yang teman-teman pelajari dari 1 tahun terakhir. Siapa tahu kita tidak perlu harus mengalami pengalamannya untuk mendapatkan lesson learned-nya.

Bagaimana teman-teman telah mengubah cara hidupnya?
How have you grown?

Love,
@aristiwidya

 

 

About the author

Kami di theUnlearn.com berkomitmen untuk membawakan hal-hal yang inspiratif, joyful, bermanfaat agar kita bisa fully live our lives, be the person that we want to be.

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *