To Unlearn.

No Comment
To Unlearn.

“To attain knowledge, add things every day.
To attain wisdom, subtract things every day.”
– Lao Tsu

Hi there! Welcome to theunlearn.com

 

Kalau kamu penasaran apa itu Unlearn? Perkenalkan, nama saya Ika dan saya mendapatkan ide ini ketika membersihkan rumah. Siapa sangka bisa dapat pembelajaran dari membersihkan rumah? Bukan sekedar menyapu mengepel, tetapi ketika saya benar-benar membongkar semua yang saya miliki dan mulai mempertanyakan isi dari rumah saya.

Rumah saya berisi barang-barang yang telah saya kumpulkan, dapatkan, cintai, nikmati, dan bermanfaat bagi saya selama ini. Lucunya, setiap kali saya dapat mood untuk ‘spring cleaning’ ini, saya mulai melihat barang-barang tersebut dari sisi yang berbeda:
“Ini masih cantik sih, tapi gue sebenarnya masih butuh gak sih? Apa cuma menuh-menuhin ruangan saja?”
“Hmm… gue masih mau menyimpan ini gak ya?”
“Ini masih gaya gue sekarang gak ya?”
“OMG, apa yang dulu gue pikirin waktu beli ini ya?”
“Ya ampuun, ini barang kemana saja? Udah lama gue cariin, padahal kan gue suka banget!”

Yang diakhiri dengan pembantu melakukan catwalk show menggunakan barang-barang hasil sisihan.

Ternyata isi kepala saya mirip dengan rumah maupun hidup saya – penuh dengan kumpulan informasi, pengetahuan, pengalaman, kepercayaan, keinginan, maupun teman-teman yang telah saya kumpulkan selama ini. Kalau otak/hidup ini bisa dibedah, banyak sekali yang sudah saya pelajari dan dapatkan. Tetapi, belajar dari sesi spring cleaning ini, berapa banyak sih dari hal-hal yang telah saya kumpulkan selama ini yang masih berguna untuk hidup saya saat ini? Apakah hal-hal tersebut membatasi atau menginspirasi diri saya? Apakah mereka memberatkan hidup saya atau malah membuat saya tersenyum? Yes, saya pernah menyukai semuanya dan hal-hal tersebut pernah bermanfaat bagi saya. Tetapi, karena saya pun selalu berubah, apa yang ‘pas’ untuk saya dulu belum tentu pas untuk saya yang sekarang.

It is time to let go. Saatnya merelakan hal-hal yang sudah tidak ‘pas’ lagi dengan diri saya yang sekarang. Saatnya membuat ruang baru untuk diri saya yang baru.

Seperti ular yang harus menanggalkan kulitnya agar bisa tumbuh, kitapun terus tumbuh dengan ‘menanggalkan’ our baggage (hal-hal yang memberatkan kita). Seperti halnya ketika ingin mengecat kembali sebuah rumah, sebelum mengecat kembali,  70% dari pekerjaannya adalah mengelupaskan cat yang lama terlebih dahulu. Seperti pohon yang menanggalkan daun-daunnya di musim gugur untuk bisa terus menumbuhkan pucuk dedaunan baru, agar bisa terus bermanfaat. And I call this Unlearning.

Empty your cup so that it may be filled; become devoid to gain totality. – Bruce Lee

What is Unlearning?

Unlearning adalah tentang …

  • Questioning: mempertanyakan semua hal yang telah kita pelajari, apakah hal-hal tersebut membatasi (limiting) atau malah memberikan kita kekuatan (empowering)?
  • Picking: memilih sikap, persepsi, kepercayaan, dan wisdom yang menginspirasi kita
  • Letting go: merelakan apa yang sebelumnya bermanfaat ataupun indah, tetapi sekarang sudah tidak ‘pas’ lagi
  • Being open & fluid: mengalir, tidak fanatik, tidak kaku, terbuka, tidak memaksakan pendapat/persepsi
  • Listening to self: mendengarkan kata hati dan tidak langsung percaya apa yang dikatakan orang lain
  • Challenging our own perception and idealism: senantiasa mempertanyakan kembali kepercayaan dan idealisme yang kita pegang teguh dan bukan mempertanyakan orang lain

Unlearn: A process of removing barriers that blind us to our authentic selves, questioning our classical conditioning, deconstructing and re-ordering our identities, identifying and discarding negative values, repeatedly focusing awareness towards one’s state of being. – Steve D’Amico

Unlearning is not exactly letting go of our knowledge or perceptions, but rather stepping outside our perceptions to stand apart from our world views and open up new lenses to interpret and learn about the world. – Erica Dhawan (Business Schools Need to Focus on Unlearning)

Intending to let go of what we have already learned or acquired. It is not about right or wrong. It is about being open to and exploring something that lies underneath the judgment, underneath the right and the wrong. – Prasad Kaipa

Kalau kata Steve D’Amico, Unlearn adalah sebuah proses menanggalkan semua hal yang telah membatasi dan menghalangi kita untuk menjadi seseorang yang otentik (authentic self), mempertanyakan hal-hal yang sudah mengkondisikan kita hingga menjadi pribadi yang sekarang, menguraikan dan membentuk kembali identitas diri, mengidentifikasi maupun meninggalkan nilai-nilai ataupun kebiasaan negatif, dan semakin memfokuskan kesadaran terhadap siapa kita sebenarnya.

Dalam artikelnya tentang Business School yang seharusnya mulai fokus ke proses Unlearning, Erica mengatakan bahwa Unlearning itu bukan tentang meninggalkan pengetahuan ataupun persepsi kita selama ini, melainkan tentang keluar sejenak dari persepsi yang ada dan membuka persepsi baru untuk melihat, menafsirkan, ataupun mempelajari dunia.

Dan Prasad Kaipa, yang fokus terhadap spiritualisme, mengatakan bahwa Unlearning bukan tentang penilaian benar atau salah. Unlearning adalah tentang proses membuka diri dan mengeksplor hal-hal yang ada dibalik penilaian tersebut, terlepas dari apakah hal tersebut benar ataupun salah.

… Bagi saya, sambil membersihkan lemari, sembari Unlearn, saya semakin menyadari bahwa:

  1. Biasanya ketika proses bersih-bersih, ruangan akan semakin berantakan.
  2. Saya punya banyak hal untuk disortir: mana yang untuk disimpan, dibuang, ataupun diberikan ke orang lain
  3. Akhirnya banyak yang saya buang ataupun sisihkan
  4. Saya excited sendiri menemukan hal-hal menarik yang sudah lama tidak saya temui.
  5. Setelah selesai, saya merasa lebih bersih, lega, tenangterinspirasi, kreatif
  6. Saya siap untuk membawa hal-hal baru yang menginspirasi saya — karena sekarang sudah memiliki ruangnya 🙂

Jadi, theunlearn.com adalah tentang hal-hal tersebut. TheUnlearn bukan tentang memberikan nasehat mengenai hidup ataupun motivasi. Tetapi, semoga kita bisa terus bersama-sama mempertanyakan apa yang kita ketahui dan apa yang kita tidak ketahui sehingga kita bisa terus membentuk kembali diri kita, menciptakan hidup yang kita cintai. Yay! What do you think?

Untuk memulainya, kamu bisa mulai dari sini:

Selamat menikmati. Mari ikut nimbrung diskusinya. Let’s Unlearn together 🙂

Love,

@aristiwidya

About the author

Aristiwidya is a Facilitator, Coach and Consultant in People Development who believes that each person has a gift to share to the world to let each other shine. Through her writings, may it be in magazines or blogs, she continues to inspire people to see life from different perspectives.. to create our best life, our own miracles.

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *