Time management yang efektif dan efisien?

No Comment
Time management yang efektif dan efisien?

Bagaimana sih cara membuat time management yang efektif dan efisien? Pertanyaan yang diajukan oleh salah satu teman kita. Ada memang dimana kita merasa waktu dalam sehari itu kurang, entah karena pekerjaan yang terlalu banyak sehingga kita ingin melahap semuanya dalam satu waktu, tapi ternyata bisa juga karena kita yang kurang pandai mengatur waktunya.

Pertanyaannya :

assalamu’alaikum wr wb .. izinkan member newbie ini bertanya ya 🙂

saya sering baca baca dan menerapkan cara “to do list” atau “kerjakan yang utama dahulu”
namun dalam seiringnya waktu dan implementasinya … saya kok merasa ada yang kurang..
seperti waktu 1 hari itu kurang..

Pertanyaannya adalah gimana sih manage waktu yang efektif dan efisien ? Berikan contoh , dan serta step stepnya langsung .
…Terima kasih ..

Dan seperti biasa, teman-teman pun selalu menanggapi, jadi apa tanggapannya? berikut…

Aristiwidya :

Wow. Banyak pertanyaan time mgmt skrg ya.

Instead of sharing cara memanage-nya, itu nnt yg lain aja, aku share hal yg menurutku membuat kita gagal dalam time management ya. Dari hal-hal yg suka gue lakukan, hehe.

1. Terlalu ambisius ingin menyelesaikan SEMUA dalam satu hari. Yang akhirnya gue terapkan adalah bertanya “Apa 1-3 hal yg kudu dilakukan hari ini?” Karena kalau kita melihat to do list kita ada 15 lalu yg kita lakukan cm 3, trus kita akan merasa bersalah. Mendingan list gue hari ini cuma 3 and I do them all. Nanti kalau ada waktu tambahan, gue bisa menambahkan di to do listnya

2. Terlalu ambisius menjadwalkan waktunya.
Oh, bikin laporan 2 jam selesai kok. Yakin?!!!!! Oh ini mah satu hari selesai. Yakiiinnn??!!
Ada tipe2 pekerjaan yg memang ga bisa dilakukan sekali lgsg selesai. Apalagi kaya gue yg attention to quality and detailnya tinggi. Jd kadang kerjaan gue cicil jd 4 hari. Setiap hari 1-2 jam. Jd gue tenang. Dan ga berasa terburu2.

3. Tidak menjadwalkan waktu administratif.
Kaya reply email dll. Gue skrg jawab2 email itu cuma 2x sehari. Maksimum 2 jam. Kalo ga kelamaan. Hahha.

4. Ga menjadwalkan utk hal2 emergency.
Gue semakin pinter sekarang. Setiap hari menjadwalkan 2 jam utk hal2 yg sifatnya mendadak. Karena selalu ada dan bikin gue kesyel. Kalau pun ada hal yg mendadak gue bisa lbh tenang menghadapinya. Kalau ga ada gue bisa pakai itu utk mengerjakan apa pr gue besok. Yay!!

5. Ga take a real break.
Namanya manusia ya. Bukan mesin juga. Jadi in between tasks gue beneran leyeh2. Jalan2. Ketawa2. Atau tidur sejenak. (Keliatan bgt gue suka tidur ya)

6. Ga enak nolak orang lain.
Ini niiiih. Semua di iya in. Trus kalau ada yg telat gpp. Kalau meeting molor gpp. Gue semakin kesini semakin asertif. Di awal meeting gue akan bilang jam brp gue harus pergi spy gue ga telat ke selanjutnya. Toh kita jadi terpaksa mjd lbh efektif jg.

7. Ga paham sama diri sendiri atau cara kerja diri sendiri.
Gue tau gue itu morning person. Gue tau kerjaan2 yg gue senangi dan bisa cepet. Gue tau kerjaan yg gue sangat ga suka dan cenderung gue tunda2. Akhirnya gue adjust jadwal gue berdasarkan hal tsb.

8. Ga ada yg fun di to do list nya.
Hihihi. Ini spy gue excited aja sih untuk mencentang hal2 di to do list. Kadang gue masukin “hug someone” atau “send xx a birthday email” atau “eat chocolate cake”

9. Ga membentuk kebiasaan sendiri yg menunjang produktifitas.
Skrg gue py kebiasaan pagi sbb:
– bikin kopi
– membaca sktr 20 min
– look over to do list
– look over at my goals
– nyalain komputer
– menyelesaikan yg plg penting di pagi itu jg. No distraction. No socmed.

10. Ga membuat suasana kerja menyenangkan dan inspiring.
Eh apah? I love my desk. Gue suka bgt duduk di situ. Apalagi kalau pasang musik. Isssh. Lgsg fokus 300%.

Nahloh. Kok jd banyak. Itu sih yg kepikiran. Semoga membantu. Gue ga tau apakah ini menjawab pertanyaaannya. Toh, gaya tiap org beda2. Jd kita sendiri yg mesti menemukan ritme diri kita.

Have a great daaaaay!!

Andriy :

wa’alaikum salam, kalo masalah manajemen waktu, mungkin waktu shalat bisa sbg patokan..
sblum shubuh (terbit fajar)>> bagun
*terbit matahari >> mulai kerja..
dzuhur (matahari diatas ubun2)>> istirahat
selepas ashar (posisi matahari >45 drajat di arah barat) >> pulang kerja
magrib (senja) >> dirumah kumpul sma kluarga, baca2, etc
selepas isya (senja berakhir)>> tidur

jarak antara isya ke shubuh lebih dari 9 jam, masih enak la utk tidur 8 jam 🙂

Mona :

sukaaakk banget poin-poin dari Mba Ika. dan sekarang gw udah mulai bisa menolak tugas dari bos gw yang mana menurut gw kebanyakan dan tidak realistis kalau melihat kondisi kerjaan gw yang lagi padet berisi. memang awalnya gak enak, tapi gw beranikan diri untuk bilang “i cannot do it now and i wish i can do all my job at the same time”.

surprisenya, ketika hal itu dikomunikasikan ternyata si bos baru ngeh klo iya emg kerjaan gw lagi menumpuk berat, dan beliau bahkan bersedia menunggu dan bantu menyelesaikan sedikit porsi kerjaan gw. yang penting buat gw, klo gw gak punya intensi sama sekali untuk tidak mengerjakannya. klo menurut gw, time management terlihat gk efektif dan 1 hari kurang itu krn rasa ambisius gw yg pengen kerjain semuanya seharian. tapi yaaa ketika gw kerja terus-terusan yg ada badan gw lelah dan besoknya malah gk bisa kerja efektif. Alhasil klo badan lelah, mau ngapa-ngapain pun males.

Btw, thanks to Mba Ika, itu beneran tipsnya ciamik banget!

 

Hhihi, selalu menarik ya. Kalau dari kamu, ada yang mau di tambahkan gak? ada pertanyaan atau tips-tips? langsung di komentar saja ya.

thank you! 😀

About the author

Kami di theUnlearn.com berkomitmen untuk membawakan hal-hal yang inspiratif, joyful, bermanfaat agar kita bisa fully live our lives, be the person that we want to be.

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *