The Science of Happiness

Posted at : 26 - 01

- 2014

 

Apa? Ada science tentang kebahagiaan? Kenapa ini dulu gak ada jaman SMA atau Kuliah ya. It would’ve been a great course.

Tapi ga ada kata terlambat, coba tonton video dari Shawn Anchor ini, penulis buku The Happiness Advantage yang juga lulusan Harvard University — dimana selama 12 tahun Ia mempelajari apa yang membuat orang bahagia di Harvard. Apa saja insight yang bisa didapatkan dari oom Shawn ini?

1. You become what you study.

Kamu akan menjadi apa yang kamu pelajari. Kebanyakan dari yang ada sekarang yang dipelajari itu tentang penyakit, makanya jadi sering sakit. Jarang ada yang mempelajari tentang sukses maupun kebahagiaan.

2. Kebahagiaan itu tergantung dari apa yang kamu fokuskan.

Contoh, kalau kamu banyak fokus ke target, kompetisi, stress, banyaknya kerjaan yah tentunya itu yang akan menjadi realita kamu. Karena your lens change your reality. Jadi kalau kamu ingin mengganti ‘realita’nya hanya perlu mengganti lensanya.

3. Selama ini kita berasumsi bahwa kebahagiaan itu tergantung dari apa yang terjadi dalam kehidupan kita.

Yes, untuk jangka pendek. Dan ini dampaknya hanya 10% dari total kebahagiaan kita. Tetapi kalau ingin kebahagiaan jangka panjang, itu sangat tergantung dari cara otak kita memproses/melihat dunia.

4. IQ berdampak pada kesuksesan hanya 25%

Yang 75%nya apa? Yaitu optimism, social support dan kemampuan melihat stress sebagai tantangan dan bukan beban. Jadi, pintar otak itu tidak lagi menjamin kesuksesan. Malah bahagia bisa lebih berdampak.

5. Formula untuk kebahagiaan dan sukses yang lebih efektif.

Dulu: kalau saya bekerja lebih keras –> maka saya akan sukses –> dan kemudian akan bahagia
Sayangnya, karena kita mengukur sukses terlebih dahulu, dalam sukses itu goal bisa berubah-ubah, sehingga otak kita gak pernah sampai, jadinya otak sendiri tidak merasakan kebahagiaan.

Sekarang: bahagia dulu –> otak perform lebih baik, terutama dalam intelligence, kreatifitas dan energi –> 31% lebih produktif
Karena sebenarnya ketika kita bahagia, otak kita memproduksi hormon Dopamine yang tidak hanya membuat kita semakin happy tetapi juga mentrigger pusat pembelajaran di otak.

6. TRAIN your BRAIN to be happy

Penelitian membuktikan bahwa, hanya dengan melatih otak kita selama 2 menit/hari selama 21 hari, maka kita bisa memprogram kembali cara otak kita bekerja sehingga ia mulai melihat dunia dengan cara yang positif. Yang kemudian sudah menjadi habit. Apa saja latihannya:

  • menuliskan 3 hal baru yang kita syukuri setiap harinya –> membuat otak kita mencari hal-hal yang positif dan terprogram seperti itu.
  • menuliskan cerita 1 hal yang menyenangkan di hari tersebut –> memubat kita re-live kembali momen itu yang mentrigger kebahagiaan dan semakin mengingat hal-hal positif yang terjadi dan gak cuma hal yang negatif.
  • olahraga –> karena mengubah fisik juga kena ke otak
  • meditasi –> membuat kita lebih fokus, mengatasi ADHD
  • apresiasi/kindness –> seperti menuliskan 1 email yang mengucapkan terima kasih atau mengapresiasi rekan kerja

Semua ini memberikan ripple atau efek tentang positivity.

What do you think? Ada yang menarik kah?

 

 

 

About the author

Kami di theUnlearn.com berkomitmen untuk membawakan hal-hal yang inspiratif, joyful, bermanfaat agar kita bisa fully live our lives, be the person that we want to be.

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *