Tantangan hidup membunuhmu atau memperkuat kamu?

No Comment
Tantangan hidup membunuhmu atau memperkuat kamu?

 

Hidup tidak lepas dari berbagai macam tantangan. Sering kita dengar, “apa yang tidak membunuh kita akan membuat kita lebih kuat.” Sayangnya, seringkali kita juga melihat bahwa banyak orang yang yang dihadapi tantangan, secara fisik memang masih hidup, tetapi mereka tidak menjadi BETTER, tetapi menjadi BITTER — dimana jiwa pun seperti telah ‘mati’.

Tantangan dan pressure bisa mengubah kita menjadi batu atau berlian. Apa yang dilakukan berbeda oleh orang-orang yang akhirnya bisa menjadi berlian? Apa yang membuat mereka kuat?

Ngobrol dengan salah satu teman dekat saya, dia share hal-hal yang membedakan bibit-bibit berlian. Orang-orang ini ternyata mempraktekkan 5 hal yang selama beberapa tahun terakhir benar-benar saya coba praktekkan juga. Bisa menebak?

1. Faith

Adanya sebuah belief/kepercayaan bahwa semuanya akan baik-baik saja. Bahwa saya selalu dilindungi. Bahwa akan ada sesuatu positif yang akan terjadi dari hal ini. Bahwa saya tidak pernah sendiri. Bahwa there is good in everything. Bahwa diri kita hanya sebagian kecil dari dunia yang sangat luas, dan kejadian yang kita alami adalah bagian dari sebuah ‘master plan’. Terlepas dari beragama atau tidak beragama, faith adalah satu hal yang menjadikan kita kuat, karena bisa menjadi tempat bersandar. Faith is our connection to the divine.

How to practice: ngrobol dengan ‘the divine’, rasakan spiritual connection dalam aktivitas sehari-hari, see God in everything.

2. Gratitude

Bersyukur atas apapun yang terjadi. Cliche memang, tetapi impactnya perlu dirasakan sendiri. Contohnya, di akhir hari sebelum tidur, bisakah kamu menyebutkan 10 hal yang sangat kamu syukuri di hari tersebut. Percaya atau tidak, banyak orang yang mengalami kesulitan melakukannya. Lalu, bersyukur bukan hanya karena hal-hal baik terjadi, tetapi juga bersyukur karena hal-hal ‘buruk’ telah terjadi. Sehingga kita tidak menolak apa yang terjadi dalam kehidupan kita. Karena, what we resist, persists.

How to practice: minimum 3 gratitudes per hari, bisa ditulis di jurnal atau share dengan loved ones. Mensyukuri 1 hal ‘buruk’ yang terjadi hari ini. Tahu alasan mengapa kita mensyukuri hal-hal tersebut. “Saya bersyukur tentang _____, karena _____”

3. Hope

Harapan itu berbeda dengan sekedar keinginan wishful thinking, tetapi memiliki paradigma positif terhadap masa depan, baik untuk diri kita sendiri maupun orang lain — kemampuan untuk melihat cahaya ketika dikelilingi kegelapan. Harapan adalah sebuah mindset dimana apapun yang terjadi, kita bisa mengubahnya menjadi sesuatu yang baik. Hope gives meaning to our pain. To turn anything into something good.

How to practice: tanyakan ke diri sendiri “What are you most looking forward for?” Apa hal baik yang bisa muncul dari hal ini?

4. Kindness

Kemurahan hati, baik terhadap diri sendiri maupun orang lain. Untuk tidak menyalahkan, merendahkan maupun menghakimi diri sendiri baik orang lain. Untuk tidak mengatakan “saya tidak tahu apa-apa”, tetapi mengatakan “saya akan menemukan jalannya.” Untuk tidak menyesali apa yang sudah kita lakukan atau terjadi, tetapi selalu mensupport apapun yang telah terjadi. Kindness is you being your own best friend. What would you say to you?

How to practice: perhatikan kata, rasa, pikiran yang kamu miliki, sejauh mana kamu ‘jahat’ terhadap diri sendiri. Kalau kamu adalah sahabat kamu, apa yang kamu bisa katakan kepadanya untuk mensupport kamu? Coba tuliskan surat untuknya.

5. Courage

Aaah, keberanian. Berani bagi saya adalah to show up — untuk tidak melarikan diri atau menghindar dari situasi dan tanpa mengeluh. Untuk tidak mengeluh saja sudah salah satu bentuk keberanian, karena dengan mengeluh kita sedang melampiaskan tanggung jawab ke orang lain. Sedangkan keberanian adalah menanyakan ke diri sendiri, apa yang bisa saya lakukan saat ini? Maju walau sambil menangis dan menahan penat. Maju walaupun merasa takut dan tidak yakin. Courage does not always roar. Sometimes courage is the quiet voice at the end of the day saying, ‘I will try again tomorrow.’

How to practice: setiap kali ingin complain atau menyalahkan orang lain/situasi, tahan. Tanyakan ke diri sendiri, apa yang bisa saya lakukan sekarang walaupun saya takut/lelah/tidak yakin?

“You never know how strong you are, until being strong is the only option you have.”

I love these 5 skillsĀ karena memang ketika terpaksa menghadapi sesuatu dan tidak ada pilihan lain, 5 hal ini yang benar-benar bisa mengubah keadaan yang buruk menjadi sesuatu yang baik.

Saya bilangnya ketrampilan karena memang butuh dilatih untuk memasternya. Thank you Mira (@Miwaaa) sudah share pembelajarannya.

Apa yang muncul di benakmu setelah membaca ini?

 

 

About the author

Kami di theUnlearn.com berkomitmen untuk membawakan hal-hal yang inspiratif, joyful, bermanfaat agar kita bisa fully live our lives, be the person that we want to be.

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *