Satu lagi, Kebiasaan Orang Indonesia

Posted at : 21 - 11

- 2014

 

Hihihi, gak tau kenapa, semakin ke sini semakin sering melihat contoh-contoh yang seperti ini. Coba kamu intip deh video-nya, gue penasaran, ‘kebiasaan‘ ini itu dikarenakan apa ya? Kok bisa kita cenderung menanggapi situasi itu seperti ini? Apa yang bisa kita lakukan untuk mengubahnya? Kabari gue ide-ide loe ya 🙂

About the author

Kami di theUnlearn.com berkomitmen untuk membawakan hal-hal yang inspiratif, joyful, bermanfaat agar kita bisa fully live our lives, be the person that we want to be.

4 Comments

  1. Khoirina -  November 24, 2014 - 11:33 am

    Bener ya, gue pun setuju. Orang Indonesia emang suka gitu 😀
    kalo gue mungkin merubahnya dengan cara gue melihat sesuatu, mulai dari ngeliat hal-hal kecil, menghargai sesuatu dan berusaha supaya lebih peka.

    • The Unlearn Team -  November 24, 2014 - 11:37 am

      … dan senang ketika mendapatkan umpan balik. Sering kali kita malah defensif ketika mendapatkan feedback. hihihi. thank you Khoi 🙂

  2. Deviana Djalil (Pipie) -  December 8, 2014 - 3:54 pm

    Mbak Ika, terkadang mengharapkan orang untuk berubah, susah. Jika saya terpentuk permasalahan yang serupa, biasanya saya menjadi lebih atau sangat “bawel”, dengan lebih intens memonitor perkembangan, dengan dasar sudah sering kejadian, jika tidak dimonitor, tidak akan ada perkembangan. Karena saya orangnya selalu menjaga periode waktu, inginnya selalu tepat. Jadi kesemua pihak, saya buat seiring seirama supaya mereka juga bisa deliver sesuai periode waktu yang sudah saya tentukan. Tapi tidak kesemua pihak saya perlakukan demikian. Ke pihak-pihak yang cukup bertanggung jawab, saya bisa sangat longgar, karena pasti tahu ada perkembangan dan akan selesai sesuai tenggat waktu. Memang gregetan sih, tapi kita juga harus menerima kenyataan, bahwa ada banyak orang-orang seperti itu diantara kita. Daripada menunggu mereka berubah, kenapa tidak kita put extra effort dari kita duluan. Berharap, semoga mereka diwaktu mendatang bisa berubah. Mungkin dengan memberikan pujian jika mereka bisa tepat waktu, dan mengatakan “this is good practise. keep up the good work. please continue this practise. etc” . Sambil jalan juga kita bisa perlihatkan ke mereka, “ini loh praktek yang bagus, yang seperti ini tuh kurang baik”. Kita bisa kasih contoh keprofesionalan kita ke mereka. Kita bisa gambarkan apa dampak dari ketidak profesionalan mereka terhadap hasil akhirnya. Kita buat mereka merasa bahwa mereka bagian dari hasil akhir. Jadi otomatis mereka merasa punya tanggung jawab yang sama dengan kita. Ini semua masalah pola pikir sih. Kebanyakan orang memang terbiasa untuk “menikmati” permasalahan, daripada mengantisipasi permasalahan. Kita terbiasa berpikir pendek, daripada berpikir jauh ke depan.
    Semoga membantu & tidak melenceng dari topik.

    • The Unlearn Team -  December 8, 2014 - 8:42 pm

      Hahaha, we are so much alike. Gue beberapa kali mendapatkan komen bahwa punya standar yang ‘terlalu tinggi’ karena bawel, terus memonitor dan selalu mengharapkan semua tepat waktu. And you are so right, gue pun akhirnya tidak berharap orang untuk berubah, gue akan tetap punya standar though. I think in a way, kita sangat takut untuk ‘berbuat salah’ sehingga sering kali lebih baik tidak melakukan apa-apa dibandingkan nanti akhirnya salah. Dan kalau sudah salah, lebih sulit untuk mengakuinya. Video ini bukan untuk menghakimi orang Indonesia sih (karena termasuk gue juga), tetapi kesempatan untuk gue pun bertanya… kapan gue melakukan hal ini, dan apa alasannya ya?

      Nice to get your thoughts Pipie, hope things are well on your side 🙂

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *