Pembelajaran hidup dari film “Battle of Surabaya”

3 Comments
Pembelajaran hidup dari film “Battle of Surabaya”

Battle of Surabaya

“There is no glory in war”

Kalau kamu sudah menonton film animasi 2D karya anak bangsa ini, mungkin kamu akan bangga seperti gue. Gue sering menonton film animasi, namun film animasi yang saya tonton adalah film produksi luar negeri. Dan setelah menontonnya, gue kira wajar banget jika film ini dilirik disney.

Film Battle of Surabaya adalah film fiksi yang memiliki latarbelakang sejarah Surabaya. Menceritakan petualangan MUSA, anak laki-laki yang berprofesi sebagai tukang semir sepatu yang menjadi kurir bagi arek-arek Suroboyo dan TKR dalam peristiwa 10 November 1945 di Surabaya.

Kalau ditanya apa pembelajaran yang didapat dari film ini, mungkin banyak tapi gue mau share beberapa yang paling ngena.

1. Betapa bersyukurnya gue bisa dengan mudah mendapatkan berbagai hal sulit untuk didapatkan dulu.

“Aku hanya ingin makan kenyang dan tidur nyenyak.” – Musa

Kata-kata itu tidak hanya sekali diucapkan Musa, gue jadi inget terus gitu.Saat Indonesia merdeka karena Jepang menyerah, Surabaya kembali memanas karena sekutu datang bersama Belanda. Hal ini membuat harga bahan makanan naik. Untuk sekedar memenuhi kebutuhan makan Ia dan ibunya yang sakit, Musa harus bekerja keras dengan menjadi tukang semir sepatu sekaligus kurir pengantar surat.

Ini yang sepele banget, gue gak jarang denger orang yang makan gak enak dikit komplain. Tidur kegerahan, komplain. dikit-dikit komplain. duh… meski gak bisa menyamakan sekarang dan dulu, ya ada aja yang bisa disyukuri. Untungnya gue hidup dijaman sekarang, bisa makan kenyang dan tidur nyenyak.

2. Untuk mempertanyakan kebenaran yang sebenarnya.

Saat Musa melihat Yumna memiliki tato kipas hitam, ia sempat marah karena mengira Yumna adalah pengkhianat. Sampai akhirnya ia bertanya langsung, mengapa Yumna memiliki tato kipas hitam?

Sadar gak sadar kita sering gitu, menebak-nebak, mengira-ngira, dan gak mempertanyakan kebenaran yang sesungguhnya. Pantes ya kalau di pertemanan atau relationship kita kadang berantakan. Karena kita suka menebak-nebak yang belum tentu akurat kebenarannya.

3. Tentang keberanian, semangat dan cinta Indonesia.

Di film Battle of Surabaya, Yumna adalah gadis keturunan jepang yang awalnya anggota kipas hitam berubah jadi mencintai Indonesia, Ia menginginkan kedamaian untuk Indonesia. Kemudian Yumna bergabung dengan pasukan wanita di selatan dan menolong korban perang. Hingga pada akhirnya Yumna mati karena menyelamatkan Musa.

Yess, Film ini memang diangkat dari sejarah Indonesia. Kita tau sebagai orang Indonesia kita mengcintai tanah air kita, namun apa yang bisa kita lakukan sekarang untuk bisa membuatnya lebih baik lagi? Tentang keberanian yang Yumna lakukan, kalau kamu jadi Yumna bagaimana? atau sekarang deh, kita kadang takut melakukan sesuatu. Takut gagal, takut kalah, yang lebih parah itu kalau sudah takut untuk mencoba.

4. Tentang kesalahan yang bisa diperbaiki.

Danu adalah prajurit yang dipimpin oleh Sudirman yang ternyata adalah anggota kipas hitam. Musa mengetahui hal tersebut ketika melihat tato saat Danu tersungkur jatuh karena dimasukan kedalam penjara yang sama. Danu jugalah yang memberitahu Belanda tentang Musa, Bocah kurir yang mengetahui kode-kode yang dikirimkan untuk Bung Tomo. Yumna sempat mengajak Danu untuk tidak lagi membela belanda bersama kipas hitam, namun Danu bersikeras pada pendiriannya. Pada akhirnya saat Yumna mati Danu sadar dan menebus kesalahan itu dengan membantu Musa menyelesaikan tugasnya.

“Kamu tidak akan pernah tahu keputusan kamu benar atau salah. Tapi selama kamu bisa mengubah itu menjadi sesuatu yang baik, itu tidak pernah jadi sebuah kesalahan.”

Karena mseki kita sudah membuat kesalahan, kita masih punya kesempatan untuk mengubahnya menjadi sesuatu yang lebih baik. Sadar gak sadar sih, kita kadang membuat kesalahan dan membiarkan itu tetap menjadi kesalahan. Padahal kita punya kesempatan untuk mengubahnya menjadi lebih baik.

5. There is no glory in war.

Pesan yang ingin disampaikan memang begitu terasa. Kalau perang tidak terjadi, Musa akan tetap dikelilingi orang-orang yang Ia cintai. Ribuan korban berjatuhan, saat perang sudah berakhir ini bukan kemenangan karena kita tetap kehilangan. Meski dengan perang juga bisa memunculkan pahlawan. Seperti Musa, Arek-arek Suroboyo jadi sosok pahlawan yang tidak kita kenali walaupun jasanya begitu besar untuk kemerdekaan Indonesia.

Seperti indahnya hidup berdampingan dengan orang-orang yang memiliki perbedaan suku ataupun bangsa. Kalau kita bisa berdamai mengapa harus ada perang? termasuk berdamai dengan keadaan dalam hidup ya :p

Ending Battle of Surabaya

Setelah menunggu 3 tahun proses pembuatan, dikerjakan oleh 180 animator yang semuanya adalah anak Indonesia, akhirnya kemarin (20/8) film ini mulai tayang. Ah, keren ya!!

Well, mungkin itu saja yang bisa gue ceritakan disini. Untuk lebih jelasnya dan supaya bisa dapat pembelajaran tersendiri kamu nonton langsung di bioskop ya! Gak akan kecewa nonton film ini, gue recomended film ini kok!! 😀

Kalau kamu sudah nonton film ini, apa pembelajaran yang bisa kamu dapatkan? share di komentar ya. Thank youuu!! 🙂

About the author

Kami di theUnlearn.com berkomitmen untuk membawakan hal-hal yang inspiratif, joyful, bermanfaat agar kita bisa fully live our lives, be the person that we want to be.

3 Comments

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *