Paradoks Budaya Timur Amerika

No Comment
Paradoks Budaya Timur Amerika

 

Woooooooohooowwww, teman saya merekomendasikan tulisan ini tentang pengalaman orang Indonesia di tahun pertamanya tinggal di Amerika. Insightnya menarik sekali dan benar-benar menjelaskan paradoks tentang budaya timur dan budaya barat.

Berikut pembukaannya:

Sebagai orang Indonesia, saya sangat akrab mendengar betapa kita dinilai sebagai bangsa yang ramah dan penuh senyum. Persepsi asing yang telah mengkristal, yang tanpa disadari kita akui kebenarannya.

Di sisi lain, telah tertanam pula sejak kecil bahwa bule atau ‘orang barat’ adalah manusia pemuja kebebasan, individualis-dingin yang bertolak-belakang dengan kehangatan timur kita.

Namun, berbagai fakta yang terjadi di hadapan mata ketika di Amerika, membuat saya bertanya, masih relevankah persepsi-persepsi itu? Apakah kita benar-benar ramah dan hangat? Saya yakin, tidak saya seorang diri yang mempertanyakan ini.

Semua bermula dari rangkaian kejadian sehari-hari.

 

Di dalam artikelnya, beliau menjelaskan hal-hal yang selama ini terasa “Timur” tetap malah lebih terasa di Amerika. Mulai dari menahan pintu, cara naik eskalator, budaya mengucapkan terima kasih, saling menyapa, dan tentunya tentang keramahan. Baca selengkapnya di sini. Thanks mas Rafki (@RafkiHidayat) yang sudah share pengalamannya di blog.

Lalu share dengan kita semua di sini, apa pemikiran-pemikiran yang muncul di kepalamu ya 🙂

 

 

 

About the author

Kami di theUnlearn.com berkomitmen untuk membawakan hal-hal yang inspiratif, joyful, bermanfaat agar kita bisa fully live our lives, be the person that we want to be.

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *