ARTICLES Happiness

Menemukan kebahagiaan. Memutuskan untuk bahagia. Menjadi bahagia.

January 26, 2014

 

Banyak sekali buku-buku yang membahas tentang kebahagiaan dan mengajarkan kita bagaimana caranya untuk bahagia. I know, karena saya banyak membacanya dari 10 tahun yang lalu? Why? Karena saya gak happy, cenderung depresif, dan jujur gak tahu caranya untuk bisa jadi bahagia. Jauh-jauh tahu caranya bahagia, saya pun saat itu seperti belum kenal dengan rasa bahagia.

Sepenting itukah membahas tentang kebahagiaan?

Gue percaya bahwa kita diberikan saat-saat yang tidak membahagiakan agar kita lebih proaktif agar menjadi manusia yang bahagia. Menjadi bahagia itu salah sudah seperti tujuan atau purpose seorang manusia, karena definisi bahagia bagi saya adalah: menyatu dengan Tuhan dan semua yang indah di dunia ini.

“To be aligned with God and all the goodness this universe offers.”

Kenapa penting banget untuk bahagia?

Karena ketika benar-benar bahagia, kita menjadi lebih optimum sebagai manusia. Lihat deh orang yang sedang jatuh cinta dengan hati yang berbunga-bunga, tiba-tiba gak perlu makan ataupun tidur tetapi energinya banyak sekali, gak mudah sakit dan langsung menjadi kreatif dan semakin menarik.

Bagi saya, bahagia itu adalah God’s purest energy, dimana ketika kita bahagia, it unleashes so many beautiful things di diri kita maupun orang lain. Seperti tidak ada batasan. Seperti bayi dan anak-anak. So full of joy. So full of possibilities.

Ini langkah pertama untuk jadi diri sendiri. Yang gue banget. If you’re not happy, that’s not you. Your truest you is your happy self.

Do you like you when you’re miserable? Walau sedih itu bagian dari joy juga, tidak berarti kita terus-terusan sedih. Emang ada yang suka sama orang yang selalu miserable dan galau? Malah kita terinspirasi oleh orang-orang yang bisa bahagia terlepas dari apa situasinya kan.

happiness is a conscious choiceSayangnya, walau waktu kecil kita bahagia, trus semakin dewasa kita semakin lupa. Kok bisa?

Dikelilingi oleh orang-orang yang tidak bahagia akhirnya pun kita ketularan. Karena kita tidak dengan secara sadar menurture kebahagiaan kita. Kita tidak menjadikannya habit. Kita tidak mengasahnya seperti sebuah ketrampilan. Padahal, happiness is not only an emotion, it’s also a skill.

seumur hidup pun kita jarang dilatih untuk menjadi manusia yang bahagia, jadi mengharap langsung jago/bisa tanpa dilatih. Yang kita latih terus menerus malah komplain, galau, lari dari kenyataan. Karena itu memang yang mudah.

Dan let’s be honest. Kalau dulu ditanya sudah besar ingin jadi apa? Jawabannya kan orang sukses, bukan orang bahagia. (Terlepas sekarang sukses itu adalah ujung-ujungnya merasakan bahagia).

 

quote-of-the-week-happiness-is-a-choiceMulai dari mana?

Cerita tentang kebahagiaan di dalam hidup gue dimulai sekitar 10 tahun yang lalu dimana gue nangis semalaman meratapi nasib dimana di akhir malam itu gue bilang “Ya Tuhan, I deserve to be happy. I want to be happy. Tell me what to do. Show me the sign, and I’ll do anything. Because I am tired, exhausted and don’t know what else to do.

Yang artinya, mulai dari frustrasi, keinginan untuk bahagia, dan memutuskan untuk happy. Walau belum tahu caranya.

It was a commitment, bukan angan-angan. Gue udah set my mind nothing can stop me to be happy. I was willing to try anything. Di situlah gue mulai membaca semua buku, belajar meditasi, ikut yoga, semakin rajin olahraga, dll.

Apapun gue coba. Komitmen adalah ketika semua excuses/alasan menjadi hilang.

 

whatever good for your soul do thatDimana mulai menemukannya?

Setiap orang punya cara masing-masing untuk “menemukan’ kebahagiaannya. Sebenarnya bukan “menemukan” karena gak pernah hilang, tetapi “mengenali kembali.”

Cara pertama gue menemukannya adalan dengan melakukan hal-hal yang membuat gue happy. Sepanjang hari. (Pastinya dalam batas yang wajar.)

Contoh:
– Lagu apa yang bikin gue happy ketika bangun pagi?
– Sabun apa yang membuat gue paling happy ketika mandi?
– Hmm, pakai baju apa yang membuat gue happy hari ini ya?
– Apa yang membuat gue happy pagi ini dalam memulai kerja? (Minum kopi)
– Apa hal-hal yang bisa gue pajang/pasang di meja kerja gue untuk membuat gue happy?
– Dari semua isi menu makanan ini, yang mana yang membuat gue paling happy?
– Terlepas dari kerjaan hari ini selesai atau gak selesai, apa 1 hal yang membuat gue happy dalam mengerjakan ini?
– Enakan es krim coklat atau vanilla ya? Yang mana yang membuat gue lebih happy hari ini? Both 😉

That’s all I do. I’m in the business of making me happy.

Baru setelah itu, mulai membentuk kebiasaannya perlahan-lahan.

Kebiasaan apa saja? Read here 😉

Kenapa membentuk kebiasaan? Because you are what you repeatedly do. Menjadi bahagia as simple as menjadikannya habit.

Happiness is a choice you decideKenapa banyak dari kita yang gak peduli untuk bahagia?

Karena misery loves company. Galau itu mendapatkan banyak simpati dan perhatian. Dan itu semua soothing. Karena lebih mudah menyalahkan orang lain dan situasi dibandingkan mengambil tanggung jawab untuk diri sendiri. Karena kita malas. Karena kita sudah terlena dengan kondisi yang sekarang. Karena lebih mudah iri dan sirik. Karena lebih mudah menemukan kebahagiaan di tempat-tempat semu dibandingkan menumbuhkannya di dalam diri. Karena happiness takes work, sampai menjadi habit.

So my friend. You too deserve to be happy. Bahagia itu keputusan kok. It’s your choice.

Menurut kamu bagaimana, betulkah bahagia itu pilihan?

    Leave a Reply