Me-reset Preferensi Hidup

No Comment
Me-reset Preferensi Hidup

Sahabat, tahukah Anda bahwa sebenarnya kita hidup di masa kini, mencipta masa depan, dengan mengulang masa lalu?

Salah satu tujuan utama belajar adalah untuk menjadi kenal (familiar), tahu, dan kuasai pengetahuan atau keterampilan tertentu. Di tahap awal belajar butuh upaya gigih. Setelah berhasil dikuasai, keterampilan ini menjadi otomatis. Yang diperlukan hanyalah pengulangan pola.

Saat kita hidup berdasar pengulangan pola, yang terjadi sebenarnya kita mengulang masa lalu, di masa kini, dan mencipta masa depan yang tak jauh beda dengan masa lalu. Dengan demikian kita sibuk jalan di tempat sambil merasa telah bergerak maju. Kita mencipta realita mengikuti cetakan perspektif dan kepercayaan masa lalu.

Untuk lebih mengerti penjelasan di atas, berikut saya beri contoh sederhana. Misal Anda ke resto yang menyediakan beraneka ragam makanan. Saat Anda masuk dan duduk, pelayan memberi Anda menu berisi daftar makanan. Apa yang Anda lakukan? Dengan cepat Anda pasti membaca, lebih tepatnya memindai (scanning) daftar makanan yang tersedia.

Apa yang Anda cari? Yang paling utama adalah mencari makanan yang Anda kenal, yang disuka, yang pernah atau sering Anda makan dan Anda tahu rasanya.

Bagaimana dengan makanan lain dalam daftar? Anda hanya membaca namun tidak berpikir untuk mencobanya.

Mari kita analisis dua hal di atas. Pertama, Anda mengenal makanan tertentu sebagai enak atau tidak enak, suka atau tidak suka, pasti berdasar pengalaman di masa lalu. Benar, kan? Di masa lalu Anda pasti pernah makan makanan tertentu dan memutuskan, berdasar pengalaman ini, bahwa makanan ini (sangat) enak. Pengalaman yang berkesan ini tentu akan diulang di masa depan karena memang demikianlah sifat dasar manusia, mencari kesenangan dan menjauhi ketidaknyamanan. Keyakinan bahwa makanan tertentu enak dan tidak enak selanjutnya memengaruhi persepsi dan menentukan jumlah pilihan. Demikian pula dengan makanan yang dirasa atau diyakini tidak enak. Anda pasti akan menghindarinya.

Di menu makanan terdapat puluhan macam masakan. Namun yang Anda pilih biasanya tidak akan lebih dari lima jenis. Sisanya, Anda tidak pernah coba. Bagaimana dengan minuman? Yang paling sering dipesan biasanya es teh manis. Benar?

Demikian halnya dengan hidup. Sebenarnya terdapat begitu banyak pilihan dalam hidup. Namun sayangnya kita, karena telah terkondisi, hanya dapat memandang dalam lingkup sempit dan hanya mampu “melihat” beberapa pilihan. Inilah yang membuat hidup menjadi begitu sulit karena praktis opsi kita sangat terbatas.

Kembali ke contoh di atas. Bagaimana bila saat Anda masuk depot, Anda me-reset preferensi Anda kembali ke titik nol? Artinya, Anda tidak masuk dengan membawa keyakinan bahwa makanan ini enak, itu tidak enak, ini yang disuka, itu tidak disuka, namun Anda membuka diri terhadap pengalaman baru, apapun itu, melalui makanan yang akan Anda pilih.

Bila ini bisa Anda lakukan, pilihan Anda menjadi sebanyak jumlah makanan dalam menu, tidak lagi hanya terbatas pada beberapa saja.

Bagaimana menurut Anda?

 

 

 

Source : Adi W Gunawan

About the author

Kami di theUnlearn.com berkomitmen untuk membawakan hal-hal yang inspiratif, joyful, bermanfaat agar kita bisa fully live our lives, be the person that we want to be.

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *