Lupakan goal/resolusi, saatnya untuk "reinvent" diri kita. Bagaimana caranya?

Posted at : 29 - 12

- 2013

Kita terbiasa untuk membuat goal atau resolusi tahun baru, tetapi pernah terpikirkan untuk “reinvent” diri kita sendiri? Berikut video dari Wesley Goo tentang “Reinventing Yourself.”

Saya dan adik saya baru nonton video ini. Seru banget karena kita jadi diskusi tentang 5 hal yang selama ini kita lakukan antara sadar dan tidak sadar menghambat diri kita. Apakah 5 hal tersebut?

1. Terbiasa mengatakan “saya tidak punya uang.”

Terlepas dari berapa banyak penghasilanmu, seumur hidup kita, kita selalu mendengar orang lain mengatakan hal ini dan sengaja tidak sengaja juga selalu mengatakan hal yang sama.

Contoh, meminta orang tua untuk belikan mainan, jawaban pertama biasanya “ga ada uang.” Mau jalan-jalan satu keluarga, “gak bisa, ga ada uang.” Mau mencoba hal-hal yang baru, “gak punya uang.” Mau punya usaha sendiri, “ga punya uang.”

Apa yang kamu katakan itu adalah doa/kutukan. Jadi, kalau terbiasa mengatakan “saya tidak punya uang,” maka kita akan selalu tidak punya uang.

Bisa diganti dengan apa? Kalau kata ayah kami, langkah pertama bisa mulai dengan mengatakan “BELUM punya uang” dibandingkan TIDAK. Kamu punya ide yang lain?

2. Terbiasa mengatakan “sibuk.”

Sahabat saya Mira yang juga baru share ke saya bahwa tahun ini itu adalah kata yang akan di-banned dari perbendaharaan katanya.

Mengatakan “saya sibuk” terdengar hanya sebagai sebuah excuse, seperti control tidak ada di tangan diri sendiri. Bukan tidak punya waktu, tetapi tidak ingin meluangkan waktu.

Semua orang memiliki jumlah waktu yang sama, tetapi kenapa beberapa orang bisa efektif dan yang lain tidak?

Sejak tahun ini sayapun semakin menghilangkan kata ‘sibuk’ dari kalimat-kalimat saya. Kalau ada yang sms “Kak Ika lagi sibuk kah?” Jawaban saya bukan “Ya” atau “Tidak” tetapi salah satunya “Saya sedang ___, ada apa?”

3. Menyalahkan orang lain.

Sadar gak sadar sih ketika kita melakukan hal ini. Seperti ketika kita mengatakan:

“Yah, tapi kan dia juga seperti itu.”
“Kalo bukan gara-gara ______.”
“Ah pemerintah nih juga ga bener.”
“Gini nih mentalitas kalau dijajah ratusan tahun.”
“Kan bukan gue doang yang melakukan hal tersebut.”
“Yang salah kan dia, bukan gue.”

Kalau kata Wesley, ini masalah leadership. Bukan masalah salah-salahan, siapa yang benar atau salah, tetapi apapun situasinya untuk kemudian bertanya ke diri sendiri “Apa yang bisa saya lakukan saat ini?”

4. Menunda.

Keren. Setiap kali kita menunda sesuatu itu seperti menunda rejeki.

“Iya, nanti.” Nanti nanti terus itu kapan? The best time to start or do anything is NOW.

Salah satu bentuk procrastination adalah “Saya masih melakukan persiapan.” Sampai kapan?

Ingin mulai olahraga, ingin punya bisnis sendiri, ingin ini ingin itu, banyak maunya, tetapi kapan mau mulai melakukannya?

Are you a person of procrastination or a person of action?

5. Delusion dengan mengakatan “sedang dikerjakan.”

Lol. Sering sekali saya juga mengatakan ini dan mendengar orang lain mengatakan ini. Yang bisa dikatakan adalah apa status saat ini. Sudah sampai mana progressnya? Bagaimana bisa mengukur hasilnya? Rasanya kok susah sekali untuk menjadi precise.

So, kamu mau ikutan reinvent yourself untuk tahun 2014 ini? Yang mana yang kamu ingin coba, ubah dan komit untuk diri kamu? Share with us ya 🙂

xo

 

 

 

About the author

Kami di theUnlearn.com berkomitmen untuk membawakan hal-hal yang inspiratif, joyful, bermanfaat agar kita bisa fully live our lives, be the person that we want to be.

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *