Limiting Beliefs itu apa sih?

2 Comments
Limiting Beliefs itu apa sih?
Kalau beberapa waktu lalu theUnlearn sempet nulis tentang “What’s your ‘but’?” yang membahas tentang ‘tetapi’ dan menyangkut tentang Beliefs. Kali ini kita mau bahas tentang Beliefs tapi yang membatasi, Sebut aja Limiting Beliefs.
Apa itu Limiting Beliefs? Itu adalah kepercayaan kita yang tersimpan dalam subconscious (alam bawah sadar) kita sebagai akumulai hal-hal yang kita dengar seumur hidup yang membatasi diri kita sendiri. Beberapa hal yang kamu bisa ubah pemikiranmu untuk menghilangkan limiting belief.
1. I am not smart enough.
Kita semua tentunya punya semacam tingkat kecerdasan yang berbeda walaupun sebenarnya tidak ada manusia yang terlahir bodoh. Menjadi “pintar” bisa diasah melalui belajar dan berlatih, itu yang dapat membuat kamu jadi pintar dan jadi yang terbaik. Tidak harus menjadi genius, kamu cukup menjadi pribadi yang pintar dalam suatu hal. Dengan begitu kamu akan menjadi sangat berharga untuk seseorang atau perusahaan yang membutukan talents yang kamu miliki.
2. I’m too inexperienced
So is everyone else. Beberapa pengusaha terkaya di dunia banyak yang masih sangat muda, mereka berusia 20 tahun-an, tidak perduli memiliki pengalaman atau tidak. Mereka tetap berambisi untuk mendapatkan apa yang mereka mau. Sampai akhirnya kamu akan tau, pengalaman bisa di dapatkan dari kreatifitas dan kerja keras.
3. It’s too late for me
Yakin udah terlambat?
Satu-satunya terlambat itu ketika kita sudah tidak bisa bernafas lagi, setuju? Nggak sedikit kan pengusaha yang sering gagal sampai akhirnya berhasil di usia 40tahun-an atau bahkan lebih. masih mau berpikir “gue udah terlambat!” terus? If you’re not there yet, it’s not too late. Start now…
4. I can’t be happy until…
You can’t be happy until you stop thinking like this, and you choose to be happy. Siapa yang sampai sekarang membiarkan kebahagiaannya bergantung pada  object tertentu atau orang lain? cieilah… Kebahagiaannya di luar kendali. hehe. kontrol kembali dan tidak perlu bergantung pada orang lain. Kamu bisa aja punya pacar atau teman, tapi dengan diri sendiri pun kamu akan nyaman. Jadi kalau mereka berbuat hal-hal yang tidak mengenakan kamu tidak akan terlalu nyesek.
5. This is who I am.
This is who you are… detik ini, satu menit, satu hari, atau bahkan satu tahun yang lalu siapa diri kamu? Terus berkembang bukan? Seharusnya iya, karna mahluk hidup harus terus berkembang. Terus menerus dibentuk oleh pengalaman, pengetahuan, orang-orang di lingkungan sekitar, dan lainnya yang dapat membuat kita berkembang. Siapa kita sepuluh tahun yang lalu dan siapa kita sekarang yang sebenarnya. Kamu bisa memilih itu, menjadi tetap sama seperti kemarin atau beralih menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
6. I’m too busy.

Cieilah… Sibuk bener~

 I’m too busy…  Aku sibuk.. aku sibuk… aku sibuk… Cie yang sibuk cieee, mengkambing hitamkan waktu atau memang kurang niat? :p coba deh tanya ke diri kamu sendiri, berapa lama kamu berada di depan komputer untuk liatin Media Sosial, sekedar melihat-lihat situs web kesukaan atau  main games? Tanyakan pada dirisendiri berapa lama menghabiskan waktu untuk nonton acara televisi atau membaca majalah favorit? Jujur aja pada diri sendiri, kita bisa sadar bahwa kita terlalu sibuk.

Lucunya kita suka gak sadar akan Limiting Beliefs ini, sampai akhirnya kita bertanya-tanya kenapa sih hidup begini-gini aja? atau kenapa sih sering banget gagal? nah.
Ada gak hal-hal di atas yang terdapat di dalam diri kamu? kamu mau mulai mengubah itu dari mana?
Inspirasi dari : LifeHack

About the author

Kami di theUnlearn.com berkomitmen untuk membawakan hal-hal yang inspiratif, joyful, bermanfaat agar kita bisa fully live our lives, be the person that we want to be.

2 Comments

  1. hawadis -  November 6, 2014 - 2:59 am

    “It’s too late for me” sering banget ngerasain itu. Terutama kalo mencakup tentang mendalami suatu teknologi. Selalu ngerasa, “Kenapa di kampoungku dulu gak punya komputer.” “Orang lain udah mahir microsoft, dan aku baru kenal komputer. Trus sekarang harus menguasai software desain.”

    Semoga entar gak kena begitu lagi, apalagi kalo harus sampai kena limiting beliefs yang lain itu. jangan.

    http://howhaw.com
    • The Unlearn Team -  November 6, 2014 - 10:27 am

      Betul banget. Apalagi kalau kita selalu membandingkan diri ke orang lain. Society sih ya. Hobinya membandingkan kita dengan orang lain. Bukan kita membandingkan diri kita dengan diri kita sendiri. Toh padahal kita sering dengar “it’s never too late.” Semoga kita bisa membentuk belief yang itu. Amin. 🙂

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *