Life without make up

No Comment
Life without make up

Life without make up – Ah, ketika ada yang bertanya ke saya tentang “kepribadian wanita di usia 20 tahunan” sayapun tersenyum. Oalah, kalau saya ada kesempatan untuk kembali duduk bersama diri saya di awal usia 20 tahunan, apa yang akan saya katakan ke dia ya? Mungkin sebelum saya mengatakan apapun, saya akan peluk dulu. (Emang suka agak sentimental aja anaknya).

Peluk, bukan karena kasihan, tetapi karena bangga. Bangga atas perjalanan melalui semua drama, gila, sulit, ketidakjelasan dan ketidaknyamanan, juga atas semua usaha untuk tetap membuatnya menjadi sesuatu yang bisa dinikmati. Bangga atas perjalanan mencoba berbagai hal untuk melihat apa yang paling cocok di diri.

Tetapi, dibalik semua itu usia 20tahunan itu memang usia-usia puncak kegalauan, drama dan baper (terutama untuk saya ya). Gak heran sih, karena kalau selama ini kita tidak diharapkan untuk memiliki “kejelasan” dan “tanggung jawab” dalam hidup dan kemudian DARRRRR tiba-tiba datanglah semua itu. Kita diharapkan untuk tahu mau kerja apa, mau melakukan apa, kapan nikah, dan lain sebagainya tanpa tahu mulai dari mana. Belum lagi dihantui semua ekspektasi dari orang tua, saudara, sekeliling dan juga society.

Jadi, kalau saya boleh bertemu dengan versi diri saya di usia 20 tahunan, ini hal-hal yang bisa saya bagi dengan dia:

1. Bring down the noise.

Kecilkan suara-suara yang ada dari luar. Karena akan banyak yang akan mencoba menasehati, ini yang benar, ini yang salah. Karena akan banyak posting-postingan di social media yang secara langsung dan tidak langsung mencuci otak kita. Butuh suatu kekuatan tersendiri untuk mulai mendengarkan dan percaya ke diri sendiri. Walau terkadang sering salah.

2. Redefine everything.

Definisikan kembali apa arti Career, Beauty, Success, Life, Confidence dan apapun lainnya untuk diri sendiri. Ini yang akan membantu kamu membentuk jati diri.

3. Extract value in everything.

Apa artinya? Mencoba mendapatkan value dari apapun/siapapun yang kita temui dan lakukan. Untuk tidak sok tahu, tetapi mendapatkan pembelajaran/insight dari semuanya. Untuk tidak merasa paling benar dan semua salah. Dan kemudian mengeluarkan value-value itu dari diri sendiri untuk orang lain.

4. Be so good at making mistakes.

Dari mengambil keputusan yang salah, memacari orang yang salah, mengatakan hal yang membuat kita menyesal…. ini waktu yang tepat untuk melakukan hal-hal yang tidak biasa kita lakukan, dan kemudian belajar menghargai setiap kesalahan yang kita lakukan. Ya, asal sadar aja kita salah dan gak sok tau. Terkadang itu yang paling sulit. Sadar diri.

5. Learn to take off your masks little by little and love who you are.

Sadar atau tidak sadar, kita senantiasa menggunakan topeng-topeng dalam keseharian. Ingin terlihat sebagai kepribadian yang A, B, C, Z apapun itu. Ingin terlihat cantik, sukses, pintar dan lain sebagainya. Takut kelihatan bodoh, gak kompeten, cupu. Atau kebalikannya, selalu mengatakan “gue gak peduli orang mau ngomong apa tentang gue”. Well, biasanya yang ngomong gitu juga peduli kok.

Mungkin pertanyaan yang paling penting adalah, kalau kamu melihat diri kamu di cermin atau di tv, apakah kamu akan menyukai, mengidolakan dan menyayangi orang tersebut?

Jujur, di usia 20an, saya merasa lebih banyak mengkritik atau merendahkan diri sendiri dibandingkan menyayangi diri sendiri. Mungkin perjalanan itu dibutuhkan. Malah saya harus banyak berterimakasih ke diri saja di usia 20an untuk sudah melalui semua masa-masa tersebut sehingga saya bisa lebih menikmati yang sekarang. Menikmati masa-masa tanpa harus memasang wajah atau topeng. Menikmati life without make-up.

About the author

Kami di theUnlearn.com berkomitmen untuk membawakan hal-hal yang inspiratif, joyful, bermanfaat agar kita bisa fully live our lives, be the person that we want to be.

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *