#kopdartheunlearn = sesi brainwash? MLM? Caleg? Ketemu manusia-manusia keren?

10 Comments

 

Di kepala masih terngiang-ngiang cerita dan sharing dari masing-masing teman yang datang ke acara #kopdartheunlearn hari Sabtu (29 Maret 2014) kemarin. Dan ketika gue bilang “teman”, 80% adalah orang-orang yang baru pertama kali ketemu ya kemarin itu. Teman, karena di hari itu, dari  kita seperti tidak ada perbedaan, tidak ada jarak, tidak ada judgement. Kita saling terbuka, saling sharing, saling bertukar pikiran, saling support, saling menahan haru, saling tertawa seperti sudah berteman lama. Ga nyangka sebuah acara kopi darat yang sederhana bisa sangat mengesankan (at least buat Tim Unlearn sendiri).

kopidarat the unlearn

“Jadi ini sesi brainwash gitu ya?” kata salah seorang teman yang baru kenal dengan theUnlearn. Hahahahahaha. Trus mau aja diajak. Lalu ada yang mengira ini sesi MLM, dan jangan-jalan ini kumpul-kumpul kampanye karena yang ngadain mau jadi Caleg. Hahahahahaha. Dan sampai terakhir masih ada yang skeptis “Bener kita ga perlu bayar apa-apa? Atau beli sesuatu?” Lucu sekali grup ini, karena selama ini selalu ‘dimintai’ sesuatu ketika kumpul-kumpul. Kali ini dimintai sesuatu sih…. cerita saja. Cerita apa yang dialami dalam hidup, pengalaman berinteraksi dengan theUnlearn, cerita inspirasi.

“Kalau susah saja tidak dibawa senang, kapan senangnya? Kadang senang saja dibawa susah,” cerita Andry  (@andryyy) ketika mengunjungi temannya yang sakit kritis. Dimana temannya seperti tidak ada tanda-tanda sedih ataupun sakit. Malah Andry yang datang yang tadinya mau mendukung dan memotivasi temannya malah yang termotivasi. Ternyata banyak sekali orang-orang keren di Indonesia ini, dia sakit pun bisa terus membawa kebahagiaan dan makna untuk sekitarnya, bagaimana dengan kita yang sehat?

“Kalau gue sakit, ngapain gue berkumpul dengan orang-orang sakit? Gue mendingan kumpul dengan orang-orang yang sehat.” Ini sharingnya Inez, yang 2 tahun yang lalu terkena critical illness juga, dimana dia merasa orang-orang tersayang disekitarnya itu agak ‘lebay’ dan terlalu khawatir ke dirinya. Ketika dokter merekomendasikan ia untuk bertemu orang-orang lain yang memiliki penyakit yang sama dan sharing, kalimat ini yang menjadi pemikirannya. Dan kalau kamu bertemu dengan Inez, omg, sama sekali gak keliatan seperti orang sakit. Ga nyari perhatian. Ga nyari simpati. Ga nyari empati. Dia bilang “Kalau Tuhan memberikan gue penyakit ini, berarti sebenarnnya gue beruntung, karena gue dipercaya dan lebih kuat dari orang lain. Dan sebenarnya dia telah mempersiapkan mental yang kuat untuk menjalani tantangan ini.” Di sini kita semua sempat terharu, menahan tangis dan terinspirasi. Karena untuk kita yang mudah komplain trus posting di social media mencari perhatian dan simpati, look at Inez, penuh senyum, kehangatan dan optimisme.

“Setelah gue nonton video yang Four Agreements, gue gak lagi ngerjain tugas mepet-mepet. Karena kalau gue bisa prepare lebih awal dan enjoy mengerjakannya itu kan lebih baik,” kata Adzka dan Adi (@adzkafikri & @adisuryaan)yang sharing hasil nonton salah satu video theUnlearn. Mereka jadi punya definisi baru untuk “Doing My Best” —- Daaaaaan, di akhir #kopdartheunlearn ternyata sudah dilirik sama salah satu Talent Manager yang hadir di acara kopdar ini juga. Ternyata kalau willingness to learn kita tinggi dan kesiapan berubah tinggi itu menjadi sangat attractive untuk perusahaan ya.

“Ah, dulu gue mau aja boong dikit ketika interview, tetapi setelah nonton video theUnlearn, gue gak bisa lagi.” Ini Adzka mendengar statement temannya yang bikin penasaran tentang theUnlearn. Pantesan saja theUnlearn dianggap brainwashing ya. Bagi kami, ini bukan brainwashing, ini adalakah kamu menemukan value kamu.

“Sekarang aku punya gratitude journal, setiap hari menuliskan 3 hal yang aku syukuri setiap harinya,” kata Annissa. Pengalaman ini membuat Annissa setiap hari menjadi lebih excited dalam harinya karena ingin memiliki 3 hal yang ia syukuri setiap harinya. Sampai ketika bangun sudah mulai mikir “Apa 3 hal yang menarik akan terjadi hari ini ya?” Dan ini datang dari seorang Annissa yang introvert, pendiam dan tertutup. Jadi untuk seorang Annissa bisa membuka diri dan sharing di depan 25 orang itu WOW sekali.

…. dan untuk seorang Theo (@ardhiantohp), dia langsung menuliskan hasil pemikirannya dari acara #kopdartheunlearn di sini.

……………….. Oh andaikan semua yang terjadi hari itu bisa diceritakan kembali. Well, kita coba satu per satu di artikel-artikel selanjutnya. Kali ini ingin berterima kasih dulu untuk masing-masing pribadi yang datang, yang benar-benar meluangkan waktunya di weekend untuk bertemu dengan orang-orang yang belum di kenal, padahal gak tau bakal ngapain juga. Terima kasih karena, hanya dengan kamu sharing sesederhana itu, kamu telah menyentuh hati orang lain. Dan itulah manusia menjadi manusia seperti kodratnya.

We love you manusia-manusia keren. Sampai bertemu di acara selanjutnya. Ditunggu kiriman-kiriman cerita, sharing, artikel, link atau apapun yang keren (dan ga perlu perfect).

 

xo,

The Unlearn Team

About the author

Kami di theUnlearn.com berkomitmen untuk membawakan hal-hal yang inspiratif, joyful, bermanfaat agar kita bisa fully live our lives, be the person that we want to be.

10 Comments

  1. Annisa -  March 30, 2014 - 3:30 pm

    Hahaha pokoknyakemarin itu gak nyesel dateng ke kopdar the unlearn, berangkat dari bogor pagi-pagi, bolos kerja dan akhirnya seneng banget bisa kopdar bareng the unlearn

    • The Unlearn Team -  April 2, 2014 - 4:51 pm

      Eits, thank YOU for coming 🙂

  2. Senri -  March 31, 2014 - 8:38 pm

    Seneng banget bisa ikutan kopdar theUnlearn Sabtu yang lalu. Hal yang paling berkesan: ternyata anak muda sekarang banyak yang mikirnya hebat2! Kayaknya waktu saya seumuran mereka mikirnya masih cemen bener deeeh..hehehe…
    Terimakasih buat tim theUnlearn yang udah mau repot2 mengatur acara, buat semua yang datang yang sudah mau berbagi cerita. Satu hal yang saya percaya, tidak ada yang kebetulan di dunia ini, jadi kalau kita bisa ketemu dan saling berbagi cerita, pasti semua itu ada maksud dan tujuannya yang bisa saja berbeda untuk setiap orang, tergantung bagaimana kita memaknai peristiwa tersebut. Buat saya maknanya adalah saya merasa beruntung bisa ketemu teman2 semua, dapet kesempatan bertukar cerita, bisa belajar dari pengalaman2 teman2 semua, terutama belajar bersyukur. #gratitude

    • The Unlearn Team -  April 2, 2014 - 4:54 pm

      Dan terima kasih juga untuk Mbak Senri yang sudah meluangkan waktunya.
      Tidak menyangka mengumpulkan orang dari berbagai kalangan, usia dan latar belakang, walau gak kenal bisa bermaknya ya. Dan betul, saya juga tidak percaya dengan kebetulan. Ada sesuatu yang bisa dihidupkan dari kita berkumpul kemarin. Sampai ketemu lagiiii…

  3. Retno -  April 3, 2014 - 9:35 am

    Kapan ada kopdar berikutnya? Kabarin dong, aku ingin ikutan.
    TheUnlearn, somehow, membuatku berusaha berjalan di “track” yang benar, stay positive and be grateful.

    Cheers,

    • The Unlearn Team -  April 3, 2014 - 9:01 pm

      Hi Retno, hopefully bulan Juni kita bisa mengadakan kopdar selanjutnya yaaaa. Dan thank you juga sudah mampir dan baca-baca, memang kita sama-sama di theUnlearn ini terus menjajahi track yang “benar”.

      Btw, kenal theUnlearn dari mana?

      • Retno -  April 4, 2014 - 9:51 am

        aku tahu theUnlearn dari teman di FB, ternyata isinya bagus banget 🙂 sangat suportif.

        • The Unlearn Team -  April 6, 2014 - 7:17 am

          Aiiiih, salam kalau gitu untuk temannya ya.
          Kabari kalau ada ide atau masukan untuk theUnlearn ya 🙂
          Have a great weekend!

    • The Unlearn Team -  January 11, 2015 - 8:02 am

      Hai Giorgio, rencananya nanti bulan februari kita rencana bikin kopdar lagi siiih. Ikutan mailing list kita di sini ya supaya mendapatkan updatenya 🙂 http://theunlearn.com/subscribe/

      Salam kenaaaaaallllll 🙂

      Btw, ketemu theUnlearn dari mana nih?

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *