#kopdartheunlearn 6 Desember 2014

No Comment
#kopdartheunlearn 6 Desember 2014

Hari Sabtu kemarin senangnya parah banget di #kopdartheunlearn. Kadang bingung juga kalau ditanya kenapa senang sekali.

Apakah karena bertemu teman-teman baru? Apakah karena dapat inspirasi-inspirasi baru? Apakah karena jadi lebih mengenal diri sendiri? Apakah karena Schotel buatannya Mei itu enak sekali?
Yang pasti, kita hampir tidak ada yang sadar sudah 5 jam berlalu cuma ngumpul-ngumpul ngobrol santai. Sampai ada yang bilang “kurang lama”, whaaattt?

Ini yang dirasakan oleh Astra.

kopdar theunlearn 2

Ngobrolin apa saja sih?

Dari ngobrolin tentang ego, pembelajaran dari rasa kesindir, ikhlas, hal yang kita dapatkan dari traveling seorang diri, energi, memperkuat hubungan dengan keluarga dan orang tua, penting dan susahnya apresiasi, otot pantat (yes, ini pun), mindfulness, resolusi yang keren, nasehat-nasehat terbaik yang pernah kita dapatkan, betapa enaknya schotel buatan Mei (masih)…. dan gak tau apa lagi.

Beberapa yang masih nempel banget kira-kira sebagai berikut.

Tentang Ikhlas…

“Kakak gue Destin itu orangnya luar biasa sekali. Saking luar biasanya, kita pun gak bisa marah ke dia terlepas dia melakukan hal-hal yang menyebalkan, seperti suka lupa, dll. Ini mungkin karena dia orangnya gak masalah untuk jadi tambeng. Dari dia gue belajar tentang ikhlas. Contohnya, menurut gue kalau kita masih bilang ‘gue ikhlas kok’ itu artinya kita belum ikhlas. Yang kakak gue lakukan, ketika kita mengingatkan hal baik yang dia lakukan, Ia pun tidak bisa menngingat lagi apa yang Ia lakukan. Ketika perbuatan baik itu tidak dihitung, sampai dilupakan, bukan menjadi beban, itulah ikhlas.”

Tentang hubungannya traveling dengan kedewasaan…

“Waktu traveling gue pernah kehilangan paspor. Lucunya, gue gak panik sama sekali. Gue malah pergi snorkling sama teman-teman. Sahabat gue bingung banget. ‘Ini bukan loe banget’. Kalau ini terjadi 2 tahun yang lalu gue akan panik setengah mati. Gue merasa, traveling sendirian membuat gue lebih tenang, lebih bisa menghadapi hal-hal dengan lebih dewasa.”

Tentang tersindir, ego dan kedewasaan…

“Ada beberapa dari teman gue rasanya seperti tersindir ketika membaca beberapa artikel di theunlearn.com. Tetapi, bukannya menjadikannya sesuatu yang positif, mereka malah seperti in denial dan bertanya ke gue ‘Emang elo sudah menjadi lebih baik dengan ikutan ini?’ Pertanyaanya fair, karena gue terus membaca supaya untuk ngaca untuk bisa lebih baik. Tetapi ternyata memang gak untuk semua orang, karena banyak yang tersindir dan masih in denial.”

Untuk kamu-kamu yang hadir, percakapan yang mana yang kamu ingat? Share ya…..

Terima kasih (lagi) untuk semua yang sudah meluangkan Sabtunya untuk hadir. Pengalaman seperti ini yang ingin terus kita bangun untuk satu sama lain. Let’s continue to support each other in our journey. Untuk foto-foto lainnya silahkan diintip di sini yaaa.

kopdar theunlearn1

About the author

Kami di theUnlearn.com berkomitmen untuk membawakan hal-hal yang inspiratif, joyful, bermanfaat agar kita bisa fully live our lives, be the person that we want to be.

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *