#KopdarTheUnlearn, Enjoy the conversation with new friends

Posted at : 18 - 10

- 2015

Masih teringat di kepala ketika #KopdarTheUnlearn kemarin, 60% diantaranya adalah wajah baru yang pertama kali bertemu saat itu dan sisanya adalah alumni peserta kopdar sebelumnya. Apa yang terjadi saat manusia yang terinspirasi hal yang sama berkumpul bersama? dan 90% diantaranya karena bertemu melalui internet ini? Ngobrol 7 jam lamanya dengan teman-teman lama dan baru  itu menyenangkan sekali (at least untuk Tim Unlearn sendiri.) Lalu apa sih yang kita obrolin kemarin?

Kopdar4

1. Jangan sampai otak kita karatan.

“Karena kalau gue gak belajar sesuatu yang baru, kasihan nanitu otak gue karatan. Jadi gue perlu nekat belajar hal baru, biar otak gue gak karatan.” Sharing dari Maria, yang saat itu telah bekerja 5 tahun di bagian finance dan kemudian memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya dan pindah ke bagian product. Karena ingin belajar hal baru, karena ingin terus mengasah otaknya agar gak karatan.

2. Kalaupun jadi kacung kampret, jadilah kacung kampret yang paling keren.

Sedang bicara tentang internship,  Kalau lagi internship, seringkali hal-hal yang di kerjakan itu gak sesuai dengan apa yang di pelajari saat sekolah/kuliah. Ini dia yang di sebut kacung kampret. Eits, tapi sebenarnya meski saat internship itu jadi kacung kampret, jadilah kacung kampret yang paling keren. Karena siapa tau setelah selesai magang dan lulus kuliah, akan langsung diterima kerja di tempat tersebut.

3. Keberuntungan akan datang ketika hati loe dalam kondisi genuine happiness dan disertai keinginan yang tulus.

Ngomongin genuine happiness, jadi kalau keberntungan mau datang coba untuk ada di posisi genuine happiness yang disertai dengan ketulusan. “Kalau gue mengukurnya dengan penggaris gue (+5 – 0 – -5) genuine happiness gue ada dimana nih hari ini, itu sendiri kan gue yang tau. Pernah sih dompet gue hilang dan perasaan gue biasa aja saat itu. atau ketika gue ada di posisi -2 apa nih yang bisa gue lakukan biar paling tidak genuine happiness itu ada di posisi 0.” kata Astra menanggapi. Genuine happiness dan ketulusan itu sebenarnya kita sendiri yang mengetahuinya.

4. Bedakan antara curhat sehat dan curhat yang ngerepotin

Curhat yang ngerepotin itu yang isinya curhat negatif, complain, dan gak jelas tujuannya apa. Mungkin hanya butuh di dengarkan dan seperti mencari pembenaran. Yikes, ada banget ya yang kayak gini, “Kalau gue, gue jadi lebih banyak menghindar sih kalau udah tau orang yang sering curhat ngerepotin gitu.” kata Ika. “kalau gue, karena gak bisa menghindar yaudah gue dengarkan aja sambil mengerjakan hal yang lain.” kata Inez. Karena terkadang orang curhat itu memang hanya ingin mencari pembenaran saja, kalau dia gak benar apa kita mau benarkan juga? Daaaann akhirnya curtahan tersebut malah merepotkan orang lain.

5. Sudah bukan jamannya gak enakan dan menjadi “yes man”. Tanggalkan minder dan gak enakan.

“Saat gue kerja ada bule India bilang kalau kerjaan gue itu keren, tapi terlalu ‘yes-man'” Kata Irwan. Pengalaman tersebut Ia share dan responnya banyak juga, jadi yes-man karena gak enakan, jadi yes-man karena sulit untuk mengungkapkan sesuatu, jadi yes-man karena keterbatasan bahasa.

6. Tentang buku The Secret dan The Four Agreements.

“Mbak Sebenarnya buku the secret itu benar gak sih?” tanya Fickry. “Sebenarnya itu benar kok, tapi ada prosesnya juga. Kalo lo berpikiran pengen punya mobil, gak langsung punya juga kan? ada proses dan perlu usaha juga. Tapi gue sendiri pernah ngalamin, gue lagi mikir pengen banget sate, eh sorenya ada tukang sate lewat depan rumah gue. Kejadian kan?” Dan itu juga terjadi ketika tidak ada lagi drama dalam hidup lo, tenang. Ketenangan yang sesungguhnya ya, seperti saat menditasi ataupun sholat yang beneran khusyu, bukan sekedar gerakan sholat aja. Doa atau keinginan lo bukan gak mungkin kan bisa terwujud.

7. Tentang toleransi, belajar antri, menempatkan sesuatu pada tempatnya.

“Seperti saat mau masuk lift atau gerbong kereta, seperti biasa ada seruan ‘dahulukan penumpang turun’ nah itu gunanya supaya yang mau masuk juga bisa lebih leluasa nantinya kalau penumpangnya udah turun. Gue banyak nemu yang kayak gitu, takut kehabisan. jadi orang belum turun main masuk aje.” kata Astra. “Gue ngalamin itu juga, sebenarnya kalau ada toleransi gak ada tuh sikut-sikutan di gerbong kereta. Karena gue pun sering alamin saat naik kereta.” Amanda menanggapi. “Pas gue lagi di lampu merah, ada motor yang di tempelin sticker ‘bike to work’ jelas kan itu motor bukannya sepeda, terus ada orang yang turun dan permisi buat copotin sticker itu. asli, gue salut banget sama itu orang.” kata Andri. Terus hubungannya apa? Banyak dari kita yang belum bisa antri, belum bisa bertoleransi, dan menempatkan sesuatu pada tempatnya. Kalau mau menegur pun kadang ada rasa gak enakan, padahal kalau salah ya di tegur saja supaya gak berulang.

Seru berbagi 7 jam lamanya dengan orang-orang keren. Ah kita ngomongin apalagi sih? Banyak banget! andai bisa di ceritakan semuanya disini, gak kelar 5 jam loe bacaya nanti. Menyenangkan. Bertukar tawa dan cerita dengan orang yang sebelumnya bahkan gue belum pernah ketemu, atau alumni yang masih setia hadir di kopdar. Yang kemarin datang, boleh lho share pengalaman, kesan, pesan atau belajar apa saat kopdar kemarin.

Terimakasih untuk makanan-makanan yang enak dan banyak dan terimakasih sudah meluangkan waktu, berbagi hati dan saling menghidupkan satu sama lain. You are all so beautiful.

 

Cheers,

The Unlearn Team.

About the author

Kami di theUnlearn.com berkomitmen untuk membawakan hal-hal yang inspiratif, joyful, bermanfaat agar kita bisa fully live our lives, be the person that we want to be.

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *