Jangan hanya mengikuti passionmu, tetapi…

Posted at : 09 - 03

- 2014

The New York Post called us “The Worst Generation,” while USA Today noted that we are “pampered” and “high maintenance.” Earlier this year, a New York Times op-ed called us “Generation Why Bother,” noting that we’re “perhaps…too happy at home checking Facebook,” when we could be out aggressively seeking new jobs and helping the economy recover. The fact that up to a third of 25-34 year-olds now live with their parents only supports these gripes.

Siapa yang disebut “Worst Generation” ini? Ternyata adalah Y generation, yaitu kita-kita yang lahir di antara tahun 1983-2000 (tergantung memakai teorinya siapa). Dan, para kritik ini mengatakan bahwa Gen Y adalah generasi terburuk karena:

  1. Entintled – tidak perlu bersusah payah seperti generasi sebelumnya
  2. Mengambil advise ‘Follow Your Passion’ seperti mata kuda. Gak lihat kanan kiri lagi.

Di video ini Eunice membahas pertanyaan semua orang yang masih kuliah ataupun mulai kerja:

  • Apakah gue sebaiknya mengikuti passion gue walaupun banyak ketidak-pastian? Atau..
  • Apakah gue sebaiknya kerja apa saja, baru khawatir tentang menikmati hidup nanti saja?

 

Well… di akhir video (mulai dari menit 12:19) akhirnya Eunice share bahwa, following you passion boleh… TETAPI INGAT

1. Don’t forget to work hard.
Tanpanya following your passion is nothing

2. Passion doesn’t have to be about your work.
Kamu bisa saja memiliki sesuatu pekerjaan, tetapi passionnate di bidang yang lain.

3. You can follow your passion even if you don’t know it yet.
Seperti Julia Child, seorang chef terkenal, yang awalnya malah tidak suka ataupun bisa masak sama sekali.

4. Passion is a priviledge.
Kita bisa ‘follow our passion’ karena orang tua kita telah bekerja keras. Karena sudah banyak orang yang membuka jalan. So, follow your passion, with gratitude.

5. Follow passion without leaving your responsibility
Sekarang banyak yang bisa kita lakukan untuk ‘follow our passion’ tanpa harus berhenti kerja. Contoh: ada kickstarter dimana kamu bisa post project kamu dan mendapatkan donasi dari orang-orang, ada etsy dimana kamu bisa jual karya kamu online tanapa harus membuat website sendiri, ada twitter dimana kamu bisa langsung message CEO dari sebuah perusahaan langsung.

6. It doesn’t mean anything to follow your passion if it’s not serving your community
Betul sekali. Cari potensi dimana passionmu bisa memberikan manfaat untuk komunitas kamu. Disitulah passion bertemu purpose. Seperti quote “Vocation is where our greatest passion meets the world’s greatest need”

…. Kalau saya boleh menambahkan 1 lagi… Jangan sampai kamu following your passion jadi merepotkan dan membebankan orang lain 😉
Karena banyak yang akhirnya mengikuti passionnya, atau mencoba membuat usaha sendiri, tetapi meminta uang orang tuanya, atau tetap mendapat uang jajan, dan belum bisa mandiri juga.

So, what do you think about Following Your Passion? Ada lagi yang bisa kita perhatikan?

…. Coba baca di sini bagaimana Following Your Passion Bisa Menjebakmu.

About the author

Kami di theUnlearn.com berkomitmen untuk membawakan hal-hal yang inspiratif, joyful, bermanfaat agar kita bisa fully live our lives, be the person that we want to be.

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *