"Impossible Is Nothing!" Kamu percaya?

No Comment
"Impossible Is Nothing!" Kamu percaya?

Banyak tulisan, film, atau kata-kata motivator yang memotivasi dengan “Let’s Do The Impossible“. For me, we can only do something possible! There’s no way to do something impossible!

Ini hasil pemikiran teman kami Wisnu Sumarwan (@wisnuism), pendiri @rumahsushi yang menurut saya pemikirannya membuat kita mikir lebih panjang dan dalam. Visit juga blognya di http://wisnusumarwan.wordpress.com/ untuk pemikiran lainnya. Tetapi untuk tahun baru ini, rasanya tulisan ini menjadi cocok. Enjoy 🙂

Bagaimana mungkin kita bisa melakukan sesuatu yang tidak mungkin dilakukan? Hal yang tidak mungkin dilakukan akan selalu tidak mungkin dilakukan. Coba saja pikirkan bagaimana cara melakukan sesuatu yang tidak mungkin dilakukan? Tidak akan ada orang yang bisa melakukan hal yang tidak mungkin dilakukan.

Dan mulailah… Seorang motivator menyebutkan nama-nama hebat yang, menurut banyak orang melakukan hal-hal yang menurut mereka impossible. Dan kita pun mengangguk-angguk setuju. Mereka bisa melakukan hal yang tidak mungkin! Kalau mereka bisa, kita juga bisa! Yeay!! But, really?

Bagaimana orang-orang hebat melakukan hal-hal luar biasa dan tidak mungkin itu? I must say… Luar biasa, memang… Mereka melakukan hal yang sangat luar biasa! Salut, menjura dan angkat topi tinggi-tinggi pada mereka. Tapi, melakukan hal yang tidak mungkin? Itu lain cerita. Bagaimana mungkin? Hal-hal itu tidak mungkin benar-benar ‘tidak mungkin’. Dan orang-orang hebat itu memang melakukan hal yang MUNGKIN dilakukan oleh mereka. Jika hal itu tidak mungkin, bagaimana mungkin mereka sudah melakukannya? Simply, karena memang mungkin.

Lantas, bagaimana mungkin?

Sekarang kita lihat para tokoh-tokoh hebat itu. Einstein, Sang Penemu teori Relativitas Energi. Sir Isaac Newton, Bapak Ilmu Fisika Modern. Wright bersaudara, penemu pertama teknologi pesawat terbang. Alexander Graham Bell, penemu pesawat telpon. Mother Theresa, ibu kemanusiaan dunia. Mahatma Gandhi, dengan cinta dan ahimsa. Ernest Hemingway, dengan buku-bukunya yang legendaris. Andy Warhol dengan Pop-Art-nya. Howard Schultz, pendiri Starbucks. Kiichiro Toyoda, pendiri Toyota. Charlie Chaplin, komedian layar perak yang jadi legenda. Ibnu Sina, bapak kedokteran dan pembedahan. Dan banyak lagi orang yang telah melakukan hal-hal yang dikatakan ‘tidak mungkin’ tadi.

Berbagai cerita, kisah atau bahkan mitos, dibangun di sekitar kehidupan mereka. Menjadi legenda yang disampaikan dari mulut ke mulut, dari tulisan ke tulisan, dari jaman ke jaman. Saya bersyukur atas media dan teknologi penyimpanan data sehingga kisah-kisah tersebut masih bisa diakses hingga detik ini. Memberi inspirasi dan motivasi pada kita (dan terutama saya) untuk berjuang keras untuk mencapai mimpi dan cita-cita hidup kita.

BUT, doing the impossible? It’s impossible!

Tokoh-tokoh itu sanggup menunjukkan persistensi dan konsistensi dalam berjuang, saya yakin, karena mereka TAHU dan MAU melakukan apa yang menurut mereka memang MUNGKIN dilakukan. Mereka tokoh pintar, sangat pintar bahkan, untuk tahu apa yang tidak mungkin dan apa yang memang mungkin dilakukan. Dan mereka melakukan hal-hal luar biasa itu karena memang MUNGKIN. Karena toh, saat ini, kita merasakan hasil kerja mereka. Jadi, waktu telah membuktikan bahwa semua yang mereka lakukan memang MUNGKIN dilakukan. ENTAH, apapun yang dikatakan orang sebelumnya!

Di situlah letak perbedaan antara tokoh-tokoh hebat itu dengan sebagian besar dari kita yang ‘manusia biasa’. Mereka sadar pada diri mereka sendiri, kapasitas mereka, yakin pada mimpi mereka dan mau meluangkan energi dan sumberdaya yang mereka miliki untuk mencapai mimpi-mimpi besar mereka.

Tidak sekaligus. Mereka melakukannya selangkah demi selangkah. Tidak ada yang instan.

Once we accept our limits, we go beyond them – Albert Einstein

It is the weight, not numbers of experiments that is to be regarded – Sir Isaac Newton

Sementara, banyak orang yg ‘mentidak-mungkinkan’ dirinya sendiri, tokoh-tokoh itu justru melakukan hal yang sebaliknya, ‘memungkinkan’ hal yang menurut orang lain tidak mungkin. Caranya? Mereka tahu siapa diri mereka sendiri dan belajar tanpa henti. Albert Einstein menerima keterbatasannya. Sir Isaac Newton tidak peduli dengan jumlah eksperimen yang harus dilakukan untuk mencapai tujuannya.

Bagaimana bisa? Karena mereka memilih untuk melihat hal yang berbeda. Mereka memandang tujuan sebagai serangkaian langkah yang mereka sendiri tahu, paham dan yakin bahwa langkah-langkah tersebut memang praktis dan MUNGKIN dilakukan. Mereka paham batas diri mereka sendiri dan mereka bersedia untuk mengorbankan waktu, tenaga dan pemikiran untuk terus mendekati batas itu.

Apa yang dilakukan oleh orang yang mencintai sesuatu? Berusaha mendekati apa yang mereka cintai. Dalam hal ini, mereka ‘mencintai’ keterbatasan yang mereka miliki dan berusaha mendekati batas tersebut.

image

***

Jadi, jangan mimpi melakukan hal yang tidak mungkin. Sekali tidak mungkin maka selamanya itu tidak mungkin. Sesuatu yang kita PIKIR tidak mungkin, baru akan bisa dilakukan jika kita sanggup membuatnya jadi MUNGKIN. Untuk apa pusing melakukan hal yang tidak mungkin, sementara ada jutaan kemungkinan yang bisa dilakukan?

Persiapan, belajar dan usaha keras yang terus-menerus. Lihat dari sisi yang memang ‘memungkinkan’. Gunakan rasio dan perhitungan kita sendiri. Meskipun semua orang berkata bahwa itu tidak mungkin. Bisa jadi, mereka hanya tidak melihat yang anda lihat. Lakukan dengan perhitungan!

Jangan-sampai kita hanya jadi keras kepala…

Dan sering, masalahnya bukan terletak pada ‘mungkin atau tidak mungkin’. Melainkan pada ‘mau atau tidak mau’.

 

Source: wisnusumarwan.wordpress.com

About the author

Kami di theUnlearn.com berkomitmen untuk membawakan hal-hal yang inspiratif, joyful, bermanfaat agar kita bisa fully live our lives, be the person that we want to be.

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *