Galau? Sedih? Kecewa? Sudah saatnya melepaskan sedikitnya 1 hal ini…

No Comment
Galau? Sedih? Kecewa? Sudah saatnya melepaskan sedikitnya 1 hal ini…

Terkadang kita tidak mendapatkan hal-hal yang kita inginkan karena diri kita sendiri yang membatasi diri kita sendiri. Kita terlalu banyak membawa ‘bagage’ sehingga kita terlalu ‘berat’ untuk terbang tinggi. Sehingga semakin kita beranjak dewasa, kita harus semakin pandai untuk melepaskan atau Unlearn hal-hal ini..

Apa saja yang sebaiknya kita lepaskan?

1. Attachments: Terlalu menggantungkan diri. Terlalu dekat, needy. Tidak bisa hidup tanpa sesuatu. Baik itu benda, orang ataupun situasi. Galau bisa disebabkan karena kita merasa kehilangan hal yang sangat kita attach itu. Misalnya, kalau kamu sangat attach dengan tas kamu, begitu tasnya kecopetan, kamu galau. Rasa memiliki itu bagus, tetapi attachment adalah awal dari semua suffering, kalau berdasarkan filosofi Buddha.

2. Rasa bersalah: Rasa bersalah untuk waktu yang  berkepanjangan tidak ada gunanya. Yes, kamu melakukan kesalahan itu 1 tahun lalu, tetapi kalau kamu terus membawa dan memikirkannya, apa gunanya? Bisa memecahkan apa? Malah, kamu malah memenjarakan dirimu sendiri dalam self-pity.

3. Pikiran Negatif: Pikiran pesimis dan juga sikap yang negative membuat kamu terkurung dalam aura gelap yang secara kamu tidak sadari menyebar dalam semua hal yang kamu lakukan. Jadi, kalau hal-hal negatif mulai terjadi pada dirimu, itu sebenarnya karena pikiran-pikiranmu sendiri. Pikiranmu yang mempengaruhi duniamu sendiri. Hati-hati ya.

4. Mengkritik diri sendiri: Terkadang kita adalah orang yang jahat terhadap diri kita sendiri. Setiap kali kita mengatakan, “Duh, gue tuh emang ga tau apa-apa ya” atau apapun itu, kita meng-dis-empower diri kita sendiri. Merendahkan diri. Menambah beban. Kalau kamu adalah sahabatmu, apa yang akan kamu katakana?

5. Prasangka: Prasangka membuat kamu menjadi sengit dan pemarah (bitter and resentful). Prasangka benar-benar menutup kesempatan untuk bisa benar-benar connect dengan orang lain. Banyak sekali kasus regangnya relationship yang dimulai dengan prasangka.

6. Berfikir terlalu banyak: Yes kamu punya masalah. Tetapi, kamu lebih banyak mikirin masalahnya dan alasannya atau mikirin solusinya? Yes kamu berencana melakukan sesuatu, tetapi kamu lebih banyak memikirkan rencananya atau malah melakukannya? Apa konsekuensi dari mikir terlalu banyak? Seperti kata nike, Just Do It!

7. Ingin disukai orang lain: Catat, kita tidak bisa disukai oleh semua orang. Kalau iya, tandanya kita tidak berprinsip. Setiap kali kita ingin disukai, kita berperilaku cari-cari perhatian, yang sebenarnya berbahaya untuk rasa percaya diri dan otentisitas diri.

8. Kepercayaan yang membatasi: Atau yang sering disebut Limiting Beliefs. Yang membatasi kita bukan dunia, tetapi pikiran kita, dan dari pikiran, yang paling kuat adalah hal-hal yang kita percayai. Coba lihat kepercayaan-kepercayaan apa yang membatasi kamu. Contoh: “Gue sih gak mungkin bisa sukses seperti dia.” “Uang itu jahat.” “Hidup itu susah.”

9. Dendam, Sakit hati: Dendam itu berbahaya untuk jantung. Disimpan terlalu lama sangat berbahaya untuk kesehatanmu. Penelitian menunjukkan ada hubungan antara penyakit jantung dengan emosi seperti marah dan dendam.

10. “Gue kerjain/mulai besok”: Setiap kali kamu menunda, ini bisa mensabotase dirimu dari melakukan hal-hal yang paling penting. Biasanya memulai itu memang yang paling susah. Paksa diri untuk memulainya sedikit, selanjutnya bisa lebih mudah.

11. Cemas, Gelisah, Khawatir: Tiga hal ini tumbuh dari rasa takut terhadap di unknown dan uncertainty terhadap masa depan. Kita berfikir bahwa hal-hal negatif akan terjadi di masa depan, yang belum tentu juga benar. Coba tanyakan apakah pikiran ini berdasarkan fakta atau sekedar imajinasi?

12. Patah hati: Patah hati bisa memakan waktu yang lama untuk sembuh. Hatimu menjadi terkunci karena pikiranmu terus-terusan memikirkan hal yang sama. Yang perlu kamu pahami adalah, patah hati bukan tentang rasa kehilangan yang membuat kamu menderita, tetapi tentang cerita yang kamu terus ciptakan di kepalamu tentang kehilangan itu sendiri. Change your story, change your life.

13. Memori yang tidak menyenangkan: Bukan maksudnya terus amnesia, tetapi setiap kali kita mengingat-ingat kembali pengalaman yang tidak menyenangkan, itu akan menumbuhkan kembali emosi yang sama. Jadi kamu sendiri yang menyebabkan kamu galau. Memori itu sudah ada di masa lalu, biarkan mereka ada di masa lalu. Tidak perlu di re-live lagi.

14. Hal-hal yang tidak berguna: Banyak orang yang hobi mengumpulkan berbagai macam sesuatu yang belum tentu ada gunanya, lebih karena “saying kalau dibuang” “siapa tahu nanti berguna” “ini kenang-kenangan masa lalu.” Yang menyebabkan hidup kita penuh clutter, attachment dan ribet sendiri. Coba tinggalkan, sumbangkan dan simplify your working and living environment.

15. Orang-orang yang negatif: Kalau kamu dikelilingi oleh orang-orang yang tidak tulus, selalu iri hati, pesimis, merendahkan, hobi komplain maupun menggosip, jauhi. Coba lihat twitter timeline kamu, lebih banyak yang positif atau negatif? Coba lihat hal-hal yang kamu tuliskan di twitter, lebh banyak yang positif atau negatif? Mungkinkah samu salah satu dari orang-orang yang negatif atau galau?

16. Bahwa ini memang sudah takdirmu: Ada orang yang benar-benar percaya bahwa “Ya, gue emang udah dari sananya begini. Udah tidak bisa berubah lagi.” Ini membatasi cara kamu melihat masa depan dengan merasa terjebak bahwa masa depanmu tidak mungkin lebih indah dari sekarang. Sayang kan.

17. Bahwa kamu adalah pekerjaanmu/peranmu: Pekerjaan dan peran membuat kita merasa berguna dan penting, sehingga sering kita mengidentifikasikan diri dengan pekerjaan/peran tersebut. Ketika ditanya, siapa kamu? Jawabannya adalah seorang anak/ibu/lawyer/dokter. Tetapi, siapa kamu? What’s your true nature? Kita jadi lupa dan tidak tahu.

18. Kebiasaan yang kounter-produktif: Ini adalah semua hal-hal yang kamu lakukan yang mendistract kamu dari melakukan hal-hal yang produktif. Seperti, terlalu banyak nonton TV, makan terlalu banyak atau self-desctructive behavior seperti drug abuse.

19. Taking things too personally: Sakit hati. Dimasukin hati. Tersinggung. Yang kebanyakan karena kita mengintrepertasikan tindakan dan kata-kata orang lain dari kaca mata kita sendiri, yang bisa menyebabkan kita frustrasi, kecewa, dsb. Coba baca The Four Agreements deh.

20. Selalu mengukur waktu: Waktu adalah salah satu sumber stress kita. Tidak punya waktu. Tidak cukup waktu. Waktu yang terlalu lama. Sepertinya waktu selalu salah. Waktu kita sedang istirahatpun selalu memeriksa jam. Gimana gak stress? Coba deh melakukan sesuatu tanpa melihat jam. Ini bisa sangat membebaskan dan produktif. Contoh: bangun tanpa alarm, olah raga sampai puas tanpa melihat waktu, dll.

 

Inspirasi: soulhiker.com

About the author

Kami di theUnlearn.com berkomitmen untuk membawakan hal-hal yang inspiratif, joyful, bermanfaat agar kita bisa fully live our lives, be the person that we want to be.

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *