Cerita tentang Ibu Tini, Penjual sarapan dari Yogyakarta

Posted at : 15 - 05

- 2015

Kali ini cerita sosok inspirasi tentang Ibu Tini, Seorang penjual sarapan yang ditemunianya saat mencari sarapan pagi di Yogyakarta. Bukan sekedar percakapan antara penjual dan pembeli pada umumnya. Ibu Tini menceritakan tentang harga jual daganganya yang mengikuti keinginan pembeli. Kenapa gitu? ini agar semua orang yang ingin membeli dagangannya bisa makan meski harga beda dari biasanya. Oh, mulia sekali kan. Semoga Ibu Tini selalu dilimpahi berkah ya. aamiin 🙂

Penjual Nasi di Jogja

Pagi ini saya berkenalan dengan Ibu Tini, penjual sarapan asli Yogyakarta.

“Saya itu jualan harganya ya menyesuaikan. Kalau ada yang mau beli bubur dua ribuan ya saya kasih juga. Kan dia punya anak dua masih kecil-kecil, supaya bisa makan kan,” ucapnya sambil meracik makanan.
“Mbak mesti cobain tahunya. Enak sekali. Ini yang paling laku. Ayamnya dimasak sampai 4 jam pakai api arang. Ini kan ayam kampung, supaya lunak. Jaman sekarang masaknya pada cepet-cepet, jadi ga tahan lama.”
“Kalo gitu aku mau!!!!”
“Mau pakai bubur atau nasi?”
“Nasi.”
“Saya tuh rumahnya 5 km dari gunung merapi lho mbak!”
“Enak dong Bu. Adem.”
“Iya, 20km dari sini.”
“Lah, trus ke sini naik apa?”
“Naik motor.”
“Sendirian? Membawa semua ini?”
“Iya dong.”
“Trus dari jam berapa di sini?”
“Dari jam 5 pagi. Makanya pegel banget berdiri lama sekaliiiii.”
“Trus biasanya sampai jam berapa?”
“Ya sampai habis. Kadang-kadang jam 7 sudah habis.”
“Oh untung ya bu!”
“Mbak, maaf ya, karetnya sudah habis. Jadi nanti bawa nasinya hati-hati yaaaaa.”
“Iya makasih ya buuuu. Ini ambil saja kembaliannya ya.”
“Eh jangan mbak. Ga usah.”
“Beneran bu gapapa. Supaya ibu bisa terus memberikan makanan untuk yang lain yang membutuhkan. Sehat-sehat ya bu.”
“Terimakasih ya mbak, Tuhan memberkati.”

Ah ibu. Kebanggaanku bisa bertemu ibu. Semoga Tuhan terus memberkati ibu yang sudah jadi berkah untuk saya.

About the author

Kami di theUnlearn.com berkomitmen untuk membawakan hal-hal yang inspiratif, joyful, bermanfaat agar kita bisa fully live our lives, be the person that we want to be.

1 Comment

  1. mawi wijna -  June 10, 2015 - 5:03 am

    Ini salah satu hal yang bikin saya seneng tinggal di Jogja. Semua jadi terasa manusiawi hanya dengan sedikit mengobrol. Mengajarkan sesuatu tanpa perlu menggurui.

    http://mblusuk.com

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *