Cara Berhenti Khawatir Dan Mulai Hidup Kembali

No Comment

 

How_to_Stop_Worrying_and_Start_LivingHello teman-teman yang ganteng-ganteng dan cantik-cantik,

Kali ini kita mau sharing sebuah buku yang berjudul “How to Stop Worrying and Start Living” yang ditulis oleh Dale Carnegie. Kenapa buku ini yang kita pilih? Karena sebenarnya kita banyak terjebak dalam kekhawatiran tetapi tidak sadar. Atau, kalaupun sadar lalu tidak tahu apa yang sebaiknya dilakukan. Setelah tahu apa yang sebaiknya dilakukan, tetapi tetap tidak melakukan apapun. Hmm…

Sebagai seorang pemikir, jujur gue pun banyak mikirin hal-hal gak penting… yang akhirnya mentrigger anxiety ataupun depresi. Jadi, gue pun perlu belajar bagaimana melimit hal-hal yang gak penting ini. Mungkin kamu punya tips-tips lain supaya tidak khawatir?

Selamat membaca 🙂

—–

How To Stop Worrying and Start Living.

“No one living has enough emotion and vigor to fight the inevitable and, at the same time, enough left over to create a new life. Choose one or the other. You can either bend with the inevitable sleetstorms of life—or you can resist them and break!”~ Dale Carnegie from How to Stop Worrying and Start Living

Hidup itu pilihan. Kita bisa memilih fokus ke hal-hal yang membuat kita khawatir, atau fokus ke hal-hal yang membentuk hidup baru. Karena kita tidak memiliki energi yang cukup untuk melakukan dua-duanya. Kita bisa hancur karena khawatir, atau akhirnya memilih untuk menghancurkan kekhawatiran.

Kebanyakan dari kita terjebak dalam kekhawatiran. Gue juga.
1. Mungkin karena lebih mudah untuk khawatir dibandingkan memikirkan sesuatu yang baru yang membantu kita.
2. Mungkin karena otak kita terbiasa untuk khawatir, sehingga untuk mengubahnya butuh energi lebih.
3. Mungkin karena khawatir memberi makan ego kita. Membuat kita mendapatkan lebih banyak simpati.

Tetapi, tunggu dulu…

EFEK DARI KHAWATIR

“Seventy per cent of all patients who come to physicians could cure themselves if they got rid of their fears and worries.”

70% dari orang-orang yang pergi ke dokter bisa menyembuhkan dirinya sendiri ketika mereka menghilangkan semua rasa takut dan khawatir.

Gue yakin banget. Karena 5 tahun terakhir gue memperhatikan diri gue, dan ketika gue sakit itu alasannya cuma 3: stress, takut atau khawatir. Sampai gue menemukan pattern, dimana kalau gue batuk gak sembuh-sembuh, itu artinya ada hal yang gue gak jujur ke diri sendiri. Ada yang sebaiknya gue utarakan. Grr.

Kalau kata Dr. Montague: “Kamu tidak mendapatkan stomach ulcer dari apa yang kamu makan, tetapi dari apa yang memakan kamu.”

Kata Dr. Alexis Carrel: “Mereka yang tidak tahu bagaimana mengalahkan kekhawatiran akan mati muda.”

Kata Plato: “Kesalahan terbesar dari dokter adalah mereka mencoba menyembuhkan badan tanpa mencoba menyembuhkan ‘the mind’; karena mind dan body adalah sebuah kesatuan.”

LIVE IN “DAY-TIGHT COMPARTMENTS”

“So let’s be content to live the only time we can possibly live: from now until bedtime. ‘Anyonecan carry his burden, however hard, from now until nightfall,’ wrote Robert Louis Stevenson.‘Anyone can do his work, however hard, for one day. Anyone can live sweetly.”

Kita tidak perlu fokus ke seluruh hidup. Fokus ke hari ini saja. Fokus dari kita bangun sampai tidur kembali. Seberat-beratnya beban kita, jangan memikirkan masa lalu atau masa depan, cukup hari ini saja. Cukup kita fokus untuk menjadikan hari ini hari yang baik.

Ini yang dimaksud Oom Carnegie untuk hidup di “Day-Tight Compartments”

Coba deh tanyakan diri kita hal-hal ini….

1. Apakah dalam keseharianmu kamu lebih banyak khawatir tentang hal-hal di masa depan atau mengharapkan hal-hal indah terjadi di masa depan? #terjebakdimasadepan

2. Apakah terkadang kamu jadi sedih karena banyak menyesali hal-hal yang terjadi di masa lalu? #terjebakdimasalalu

3. Apakah kamu bangun di pagi hari dan yakin untuk menjadikan hari ini hari yang terbaik? #fokuskesekarang

4. Bisakah kamu merasa lebih hidup dengan mengaplikasikan “living in day-tight compartments”?

5. Kapan kamu akan mulai melakukan ini? Minggu depan? Besok? Sekarang?

Ini mengingatkan saya tentang obrolan dengan teman saya seputar depresi dan anxiety. Ia mengatakan, kalau kamu depresi itu, kamu banyak terjebak di masa lalu. Kalau kamu anxious itu kamu banyak terjebak di masa depan. Dua-duanya basisnya itu rasa takut dan khawatir. Menarik ya.

Ini nempel sapai sekarang, karena begitu mood saya agak ‘turun’, saya mulai bertanya: “Tunggu, ini gue lagi terjebak di masa lalu atau masa depan?”

BE WILLING TO HAVE IT SO

“Professor William James, bapak dari applied psychology, sudah meninggal dari tahun 1910. Tetapi, kalau Ia masih ada dan bisa mendengar formula untuk menghadapi hal yang terburuk, Ia pasti setuju. Dari mana saya tahu? Karena dia mengatakan ke murid-muridnya: “Be willing to have it so…” Bentuklah keinginan untuk menerimanya, karena menerima hal-hal yang sudah terjadi adalah LANGKAH PERTAMA untuk mengatasi konsekuensi-konsekuensi yang bisa terjadi.”

Ini mengingatkan artikel yang pernah kita share tentang “Untuk selalu merasa diuntungkan.

Sering kali kita tidak mau menerima keadaan yang terjadi. Yah gak terima aja. Karena kita merasa itu tidak adil atau menyakitkan. Well, yang kita terkadang tidak sadar adalah…

>> Selama kita masih menolak keadaan itu, keadaan itu tidak akan berubah. What you resist, persists.

DECIDE AND ROCK IT!

“Pengalaman telah mengajarkan ke saya, dari waktu ke waktu, pentingnya untuk mengambil keputusan. Yang membuat orang akhirnya muter-muter gak jelas, sampai akhirnya mengalami nervous breakdown dan terjebak di nerakanya adalah Ia tidak berani mengambil keputusan. Saya menemukan bahwa 50% dari kekhawatiran saya hilang begitu saya berani memutuskan keputusan yang jelas dan pasti;  40% berikutnya hilang ketika saya mulai melakukan keputusan tersebut.”

“Jadi, saya menghapus 90% dari kekhawatiran saya dengan melakukan 4 langkah ini:
1. Menuliskan dengan spesifik hal-hal yang membuat saya khawatir.
2. Menuliskan hal-hal yang bisa saya lakukan.
3. Memutuskan apa yang bisa saya lakukan.
4. Langsung memulai melakukan apa yang saya putuskan.”

Bener bangeeeeeeeeettttttttt……….

>> Kita terlalu takut mengambil keputusan yang salah dan malah membuat kesalahan dengan tidak memutuskan.

Akhirnya kita stres karena kita TIDAK BERANI memutuskan sesuatu. Karena kita takut mengambil keputusan yang salah. Padahal yang lebih ‘salah’ adalah menunda-nunda mengambil keputusan itu sendiri.

DON’T CRY OVER SPILT MILK

“Knowledge isn’t power until it is applied; and the purpose of this book is to remind you of what you already know and to kick you in the shins and inspire you to do something about applying it.”

“Banyak orang yang mentertawakan kutipan tua seperti “Jangan tangiskan susu yang sudah basi.” Saya tahu itu biasa dan kita sudah mendengarnya ribuan kali. Tetapi saya juga tahu betapa bijaknya nasehat ini — yang dihasilkan dari pengalaman manusia dan diturunkan dari generasi ke generasi. Kalau kamu membaca semua yang pernah dituliskan tentang kekhawatiran, rangkumannya hanya 2:
1. Jangan menyeberangi jembatan sampai kamu sampai ke jembatannya
2. Jangan menangisi susu yang sudah basi.
Kalau kita mengaplikasikan 2 hal ini saja, kita tidak membutuhkan buku ini. Dan, kalau kita mengaplikasikan semua old proverbs, kita bisa hidup hampir perfect.

>> Sayangnya, pengetahuan belum menjadi kekuatan sampai diaplikasikan.

Dan buku ini untuk mengingatkan kita hal-hal yang sebenarnya kita sudah tahu, lalu untuk menendang kamu dan menginspirasi kamu untuk mengaplikasikan hal ini.”

Kayaknya kita semua memang sering amnesia ya. Atau seperti Dory, gampang lupa. Terima kasih sudah ditendang Oom Carnegie.”

REST *BEFORE* YOU GET TIRED

“So, to prevent fatigue and worry, the first rule is: Rest often. Rest before you get tired.”

Jadi, agar tidak lelah dan khawatir, peraturan nomor satu adalah: Istirahat yang sering. Istirahat sebelum lelah.”

Tahukah kamu… “Jantung kita dalam satu harinya memompa darah cukup untuk memenuhi railway tank car. Jantung kita, dalam 24 jam, mengeluarkan energi yang cukup untuk mencangkul 20 tons batu bara ke sebuah platrom setinggi 1 meter. Jantung melakukan kerja keras ini selama 50, 70 dan mungkin 90 tahun. Bagaimana caranya ia bisa melakukan hal ini? Kalau kata Dr. Walter B. Cannon dari Harvard Medical School, “Kebanyakan orang berfikir bahwa jantung itu bekerja 24/7. Faktanya ada periode istirahat setiap kali Ia berkontraksi. Ketika jantung itu berdetak secara moderat sebanyak 70 detak/menit, sebenarnya jantung itu hanya bekerja 9 jam dari 24 jam. Jadi sebenarnya jantung itu istirahat sebanyak 15 jam per hari.”

Whaaaat??? Keren banget.

“Psikiater mengatakan bahwa kebanyakan dari rasa lelah yang kita rasakan itu berasal dari sikap mental dan emosional. Hal-hal seperti apa yang melelahkan kita? Kebahagiaan? Bukan!!!! Bosan, kesal, dendam, rasa tidk diapresiasi, diburu-buru, anxiety, kekhawatiran… itu semua adalah faktor emosional yang melelahka kita, yang membuat kita rentan untuk terkena flu, sakit kepala sampai menurunkan kinerja.

Kita menjadi lelah karena emosi negatif kita menumbuhkan stress di tubuh.”

Jadi, kita itu stress dan sakit bukan karena orang lain. Tetapi karena kita banyak mengumpulkan emosi-emosi negatif. Baik secara sadar ataupun tidak sadar. Jadi, kalau kamu sering sakit, itu pertanda bahwa kamu sedang negatif. #jleb

THE ANSWER TO FATIGUE?

“Jadi, apa jawaban untuk rasa lelah? Relax! Relax! Relax! Belajar untuk relax sambil mengerjakan pekerjaanmu!”

1. “Relax di momen-momen random dimana badan menjadi relax seperti kaus kaki.”
2. “Bekerja sebanyak mungkin, di posisi yang nyaman.”
3. “Periksa diri sendiri, 4-5x per hari dan katakan ke diri sendiri, ‘Apakah saya membuat pekerjaan saya lebih sulit dari semestinya? Apakah saya menggunakan otot-otot yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan yang saya lakukan?”
4. “Tanyakan ke diri sendiri di akhir hari, ‘Seberapa lelahnya saya hari ini?'”

Belajar untuk relax. Yes. Mungkin kita butuh kelas khusus untuk belajar relax. Ini sebabnya yoga banyak mengajarkan saya tentang relax. Bukan hanya tidak melakukan apapun, tetapi how to move with ease. Karena untuk mencapai sebuah asana (posisi), jangan sampai kita terlalu memaksakan diri, tetapi ada balance antara power dan ease.

OTHER PEOPLE (AREN’T) THINKING ABOUT YOU

“Saya akhirnya menyadari bahwa orang lain gak memikirkan diri kamu atau saya ataupun mengkhawatirkan apa yang orang lain katakan tentang kita. Mereka sibuk memikirkan dirinya sendiri, dari sebelum sarapan, setelah sarapan sampai 10 menit setelah tengah malam. Mereka akan lebih peduli tentang sakit kepala mereka sendiri dibandingkan berita kematian kamu ataupun saya.”

Hihihi. Saya cukup ketawa saja ya.

Ini mengingatkan saya tentang ibu saya yang mengatakan ke saya ketika saya menangis karena baru diputusin pacar, “Ngapain kamu nangis? Dia aja gak nangisin kamu, ngapain kamu nangisin dia?”

Yang sebenarnya artinya adalah, kita terlalu banyak memikirkan apa yang dipikirkan orang lain, padahal belum tentu itu betul. Akhirnya kepala kita malah dipenuhi dengan kekhawatiran atau emosi-emosi negatif yang sebenarnya melelahkan diri kita sendiri bukan?

GET BUSY!!!

“George Bernard Shaw memang benar. Ia merangkum semuanya ketika Ia mengatakan ‘Rahasia untuk sengsara adalah memiliki waktu untuk memikirkan apakah kamu bahagia atau tidak.’ Jadi, gak perlu dipikirin juga. Carilah kesibukan. Ketika kamu mulai bergerak, darahmu pun mulai mengalir; otak mulai bekerja dan akhirnya hal-hal positif mulai menggantikan kekhawatiran yang ada. Cari kesibukan. Pastikan kamu memiliki kesibukan. Ini adalah obat yang termurah di dunia ini dan salah satu yang terbaik.”

Intinya, cari distraction yang positif, jadi mau gak mau kamu gak fokus ke hal-hal yang membuat kamu khawatir atau sengsara. Ini sebabnya banyak orang yang putus cinta akhirnya semakin fokus ke karir. Ini sebabnya kalau orang depresi harus lebih sering olah raga. Walau, hati-hati juga, karena kadang kita menjadikan sibuk sebagai alasan untuk tidak mau menghadapi sesuatu.

At the end, ada bedanya antara tidak khawatir dan tidak peduli. Ketahui perbedaannya 🙂

So…. kalau itu semua sudah kamu lakukan, mungkin doa ini bisa membantu…

“God grant me the serenity To accept the things I cannot change,
The courage to change the things I can;
And the wisdom to know the difference”
~ The Serenity Prayer

Ya Tuhan, anugerahkanlah kepadaku kedamaian
untuk menerima hal-hal yang tidak dapat aku ubah;
keberanian untuk mengubah hal-hal yang dapat kuubah;
dan kebijaksanaan untuk mengetahui perbedaannya.

“To be wronged or robbed is nothing unless you continue to remember it.”
~ Confucius

Ingat… shit happens. Tetapi sengsara adalah terus mengingat, mengungkit dan membawa-bawa shit itu terus.

“The mind is its own place, and in itself
Can make a heaven of Hell, a Hell of Heaven.”
~ Milton

Intinya… hidup ini bisa jadi Surga atau Neraka-mu, tergantung dari apa yang ada dalam pikiranmu.

GBU 🙂

About the author

Kami di theUnlearn.com berkomitmen untuk membawakan hal-hal yang inspiratif, joyful, bermanfaat agar kita bisa fully live our lives, be the person that we want to be.

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *