Bagaimana cara kita berdamai dengan diri kita sendiri?

No Comment
Bagaimana cara kita berdamai dengan diri kita sendiri?

Hello Unlearners!! 🙂

Di International Day of Peace beberapa waktu yang lalu theUnlearn mendapatkan sebuah pertanyaan tentang berdamai. Langsung saja ya, berikut pertanyaannya :

Kalau gw marah ataupun kesal untuk sesaat apakah itu disebut belum berdamai dengan diri sendiri? bukankah marah dan kesal itu juga sifat manusiawi yang gak mungkin kita hilangkan tapi bisa kita kendalikan. Intinya sih gue cuma mau tanya bagaimana cara kita berdamai dengan diri kita sendiri?

#Jawaban dari teman-teman theUnlearn;

Kardina :

wah pertanyaannya bagus sekalii. berdamai dengan diri sendiri itu yang paling sulit, apalagi mengakui bahwa kita itu manusia yang ga sempurna & ga perfect2 amat. mungkin artikel ini bisa membantu >>> http://tinybuddha.com/blog/8-tips-to-feel-at-peace-with-yourself/

Chairunnisa :

Coba jawab dikit yaa berdasarkan hasil pengalaman pribadi hehe… dan yg pasti kita semua juga mengalaminya sepanjang hidup. Menurut saya respon marah dan kesal, yup itu alami. Buuut… we must control it biar bisa merasakan yg namanya “berdamai dengan diri sendiri”. Untuk bisa “berdamai” kita harus practice practice and practice mengontrolnya.
Kalau kita marah ataupun kesal untuk sesaat apakah itu disebut belum berdamai dengan diri sendiri? Marah atau kesalnya disalurkan gimana dulu? Kalo marahnya sekedar kesal dalam hati terus tiba-tiba sadar harusnya kita ga kesel, saya bilangnya it’s the thing we feel when we practice the first step to experience “inner peace”. So… Kalo masih marah sesaat, practice moreeeee control marahnya. Bcs anger is a choice, as well as a habit. It is a learned reaction. If you want peace, you can choose good reaction. Like “do the next right thing” yang disebut di “8 Tips to Feel at Peace with Yourself”
Cigitu aja hihi semoga bisa mencerahkan
😀

Rama :

setuju banget jawabannya (Chairunnisa) udah komplit, mau nambahin dikit , juga harus dikenali sebab dari kemarahan kita sendiri. Juga harus disalurkan, pengalaman semakin kita repress diri, semakin terakumulasi kemarahannya sehingga suat saat bisa meledak seperti fenomena gunung meletus. note* belajar dari teman yg kuliah psikologi. CMIIW 🙂

Khoirina :

Dan kalo ngomongin marah atau kzl, kadang kita marah itu karena hasil gak sesuai dengan harapan, dan dalam banyak hal hasil itu terjadi karena kita melakukan sesuatu. Kalau kita melakukan yang terbaik maka hasilnya pun akan baik. Meski gak selalu gitu sik. yaks, tambah satu lagi ya berarti. always do your best.

Aristiwidya :

Pertanyaannya keren. Bikin mikir juga siiih. Contoh2 dari kakak2 bagus baguuuuuusss b

Bagi gue, berdamai dengan diri sendiri itu artinya gue approve of myself. Gue bisa mencintai diri gue dengan segala kekuatan dan kelemahan. Gue melakukan sesuatu ses
uai dengan apa value yang gue percayai dan bukan krn value/ekspektasi/influence orang lain. Dan akhirnya setiap malam gue bisa tidur tenang, hehehe.

Marah dan sedih itu ada fungsinya masing2. Sehat untuk bisa merasakan dan mengekspresikan emosi dengan baik. Hanya sejauh mana kita akhirnya terdefinisi oleh emosi tersebut.

Yaaa gitu dulu deh yaaaa.

Dian :

simple sih kalo menurut saya kalo mau berdamai yaa harus mau memaafkan hahaha

 

Itu dia tanggapan dari teman-teman theUnlearn, menarik ya! Kamu mau menambahkan jawabannya gak? yuk share di komentar.

 

Thank youuu!! 🙂

About the author

Kami di theUnlearn.com berkomitmen untuk membawakan hal-hal yang inspiratif, joyful, bermanfaat agar kita bisa fully live our lives, be the person that we want to be.

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *