Are You Suffering from a Quarter Life Crisis?

8 Comments
Are You Suffering from a Quarter Life Crisis?

“Take the first step in faith. You don’t have to see the whole staircase, just take the first step.” – Martin Luther King, Jr.

“Kayaknya gue lagi going through Quarter Life Crisis deh,” kata salah satu teman saya. “Kemarin gue google gitu, ternyata beneran ya.”

What is Quarter Life Crisis (QLC)? Kalau kata Wikipedia, QLC adalah “periode dalam hidup  setelah remaja sampai dengan permulaan 30-an, dimana seseorang mulai mempertanyakan kehidupannya (ragu, pesimis, sangsi), yang terjadi karena stress menjadi seorang yang dewasa.”

Ragu. Stress. Menjadi dewasa. Ini membuat saya teringat waktu usia saya masih di awal 20-an pernah curhat ke teman saya mengatakan “Kayaknya gue gak happy deh dengan hidup gue. Sepertinya semua orang tahu pada mo ngapain, gue aja yang lost.” Dan karena waktu itu kita sama-sama tidak tahu tentang QLC, jawaban yang saya dapatkan adalah “Emang mau apa lagi sih Ka? Pacar ada, kerjaan bagus, duit cukup. Ah, paling cuma fase doang. Nanti juga ilang.” Sepuluh tahun kemudian, I wish ada orang yang pernah ngasih tahu saya tentang QLC ketika saya berusia 20 tahun-an atau ketika lulus kuliah.

Dr. Laura Berman mengatakan kalau dulu, kita terbiasa mulai mempertanyakan hidup kita di usia 50 tahun-an, karena tubuh kita pun mulai berubah. Tetapi sekarang, dengan adanya tekanan untuk sukses  sewaktu masih muda, jadilah kita ikutan kena krisis.

So, apa tanda-tanda kalau kita sedang melalui QLC? Pernah merasa seperti ini tidak?

  • Merasa bahwa apapun yang kita lakukan tidak cukup baik
  • Frustrasi terhadap pekerjaan/karir, rasanya seperti ada yang ‘hilang’
  • Merasa tidak pede (insecure) terhadap apa yang dilakukan, mau dibawa kemana hidup ini, dan rencana ke depannya
  • Merasa cemas saat menjalani relationship
  • Merasa sangat bosan di kehidupan sosial. Itu lagi, itu lagi
  • Nostalgia ke masa lalu yang indah, baik dari masa SMP, SMA maupun kuliah
  • Merasa desperate ingin segera “settle down” – seperti membeli rumah, menikah, atau punya anak
  • … Atau malah, berkeinginan untuk “melarikan diri” dari dunia nyata, seperti tiba-tiba ingin traveling keliling dunia
  • Stress ataupun bingung tentang keadaan finansial
  • Merasa sendirian
  • Merasa orang lain semuanya is doing better than you
  • Takut terhadap konsep “menjadi lebih tua”, seperti tiba-tiba ngomong “OMG gue sudah 24 tahun tetapi belum ngapa-ngapain.”
  • Mulai bertanya, “Masa sih hidup cuma gini-gini aja?”
  • Bercampurnya emosi antara apatis, takut, panik dan juga depresi

Yuk mari.

Melalui proses QLC yang rasanya seperti bertahun-tahun (karena gak tahu mesti ngapain), saya mulai menyadari bahwa root cause-nya adalah: ketakutan atau kekhawatiran terhadap masa depan, karena terlalu banyak membandingkan diri dengan kehidupan orang lain. *tepok jidat*

5 Phases of Crisis

Nah, kalau kamu sekarang merasa sedang melalui QLC, coba lihat sendiri sekarang kamu sedang melewati fase yang mana. Berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan oleh British Psychological Society, ada 5 fase di QLC (via New Scientist):

Phase 1 – Perasaan terjebak dalam pilihan-pilihan hidup. Seperti hidup dalam mode autopilot. Seperti tidak punya kendali.
Phase 2 – Adanya perasaan ingin melarikan diri, ingin keluar dari kehidupan yang sekarang dan kemudian merasa “sepertinya saya bisa mengubah hidup saya”
Phase 3 – Meninggalkan pekerjaan, relationship ataupun kehidupan yang membuat kamu merasa terjebak dan memulai sebuah perjalanan dimana kamu mencoba hal-hal baru, mencari pengalaman baru, untuk mencari tahu jati diri dan apa yang sebenarnya kamu inginkan.
Phase 4 – Mulai membangun kehidupan yang baru.
Phase 5 – Membangun komitmen-komitmen baru yang lebih selaras dengan keinginan dan aspirasi.

Jadi… setelah membaca semua ini. Menurut kamu, apakah kamu sedang melalui QLC saat ini? Sedang ada di fase yang mana? Dan apa yang akan kamu lakukan? Please share your experience agar kita bisa terus saling belajar 🙂

 

 

 

About the author

Aristiwidya is a Facilitator, Coach and Consultant in People Development who believes that each person has a gift to share to the world to let each other shine. Through her writings, may it be in magazines or blogs, she continues to inspire people to see life from different perspectives.. to create our best life, our own miracles.

8 Comments

  1. misraae -  February 6, 2015 - 7:10 am

    skrg saya sdg ada di phase ke 2 mba, dan belum tahu harus ngapain, yg saya rasa pendewasaan itu menyiksa dan hidup semakin berat, semuanya berubah mulai dari keadaan sekitar sampai orang-orang disekeliling saya… kadang saya juga ngerasa hidup gitu2 aja monoton dan nggak menarik….

    http://icchahotaru.blogspot.com
  2. kruger -  February 15, 2015 - 1:37 pm

    fase 1 dan 2 :^ , mau berubah jadi orang yang lebih baik susahnya minta ampun sama plin plan , ya nikmati dan belajar aja dah dari kehidupan ini 🙂

  3. hoetbh -  March 1, 2015 - 9:44 pm

    Halo, umur saya sedang mendekati 21 tahun dan sedang mengalami fase 1 sampai fase 3.
    Saya baru tahu ternyata saya sedang mengalami QLC.

    Selama di fase ini saya mengekskomunikasi diri saya dari lingkungan sekitar, dan yang paling terparah sih saya sampai cuti paksa dari kampus. Imbasnya saya jadi tambah stress dan terpuruk karna pikiran saya sendiri

    Dan sepertinya saya akan memasuki fase keempat. Mengapa? Saya mulai mengurangi self-ego, memandang suatu masalah tidak dari perspektif saya sendiri, dan yang terpenting mencoba untuk selalu positive thinking and make my own world, because my greatest enemy is saya selama ini hidup di dunia yang diciptakan oleh lingkungan sekitar saya..

    Terimakasih sudah share mengenai QLC 🙂 Have a nice day!

    http://cœur-saignant.wordpress.com
    • The Unlearn Team -  March 4, 2015 - 12:57 pm

      Ah keren banget sharingnya. Akan berguna banget untuk pembaca-pembaca di sini. Terima kasih sudah mampir yaaaaa 🙂 Have a nice day too!

  4. Mila -  March 31, 2015 - 5:53 pm

    Halo…Tahun ini saya hampir 30 tahun, dan nampaknya saya baru merasakan QLD sekarang 🙂 Telat ya?
    Sekarang saya berada di fase 2. Karena itu salah satu cara yang saya lakukan adalah dengan berusaha melakukan hal-hal baru dan meninggalkan zona nyaman. Akhir-akhir ini saya belajar memasak, walaupun masih menu yang sederhana.
    QLD yang saya rasakan sepertinya belum berakhir dan masih akan terus saya cari jalan keluarnya. Kedengeran ngotot? Yaaa begitulah. Saya lebih suka kalau dimotivasi dan setengah “dipaksa” oleh diri sendiri daripada “dipaksa” orang lain.

  5. kamargoma -  October 2, 2015 - 4:35 am

    Hehehe… bener juga yaaa. kalo di balikin lagi.. mungkin ternyata saya dulu itu QLD.

    Tahun 2010-2013, phase 1 – 3 saya datang.. Banyak pilihan hidup, sampai saya lelah dan memilih untuk tidak memilih (menjauh dari semua). Lebih suka menyendiri. ke perpustakaan, museum, nonton.. Semuanya sendiri. Even melakukan hal yang tidak pernah saya lakukan. Join trip seminggu penuh sendiri.

    Di tahun-tahun itu juga saya sering bertanya, “Gw maunya apa sih?, maunya gimana?,”

    Dari tahun 2010 itu sampai sekarang saya mulai membiasakan diri menulis, dan setiap 100 hari sebelum saya ulang tahun, saya selalu membuat list / daftar hal-hal yang ingin saya capai, tempat-tempat yang ingin saya kunjungi, kegiatan yang belom pernah saya lakukan sebelumnya, dan melakukan keputusan atas segala pilihan yang datang.

    Sekarang di 100 hari menuju umur ke 30 tahun ini, Daftar llist saya berubah. Saya mulai memahami diri sendiri, memahi orang lain, memahami bahwa dunia terus berputar dan hidup harus selalu lebih baik dari kemarin, memahami bahwa pilihan – pilihan yang datang bukan untuk di takuti, di jauhi, ataupun di tinggalkan dengan mata tertutup. Tapi melihat bahwa setiap pilihan yang datang adalah pintu untuk menjadi manusia yang lebih baik dari sebelumnya.

    Thanks for share yaa… Have a nice day! ^_^

    http://kamargoma.wordpress.com
  6. Ari Pradana -  August 11, 2016 - 1:46 pm

    Saya baru menemukan artikel ini, sumpah ini gambaran yang saya hadapi saat ini. Saya bener2 setengah mati menghadapi hari. Bagi yang pernah survive dalam keadaan QLC please minta advice.

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *