ARTICLES Self & Growth

Apakah kamu terjebak di Comfort Zone?

March 2, 2014

“Life begins at the end of your comfort zone.”

Pernah dengar kalimat tersebut?

Jujur kalimat itu membuat gue berfikir sih. Sebenarnya yang dimaksud dengan comfort zone itu apa sih? Memang terus salah kalau ingin hidup yang nyaman? Jadi, kalau hidup kita nyaman, berarti kita belum hidup gitu?

comfort zoneAkhirnya pun gue mencoba menelaah hidup gue sendiri. Apakah gue dalam sebuah comfort zone? Apakah gue telah benar-benar hidup atau cuma sekedar hidup? Apa artinya kalau sudah benar-benar hidup?

Di antara teman-teman gue, ketika kita sedang ngobrolin karir, relationship, hidup terkadang keluarlah kalimat-kalimat seperti:

  • “Gue itu istrinya suami gue. Ibunya anak-anak gue. Tetapi gue sudah lupa siapa gue.”
  • “This is not me. Pekerjaan ini menjadikan gue orang yang berbeda. Seseorang yang gak gue sukai.”
  • “Gue gak tau kenapa gue ga betah di pekerjaan ini. Seperti ada sesuatu yang missing.”
  • “Gue bangun di pagi hari jujur gak excited atau looking forward to my day. Dan gue ingin jadi excited.”
  • “Gue suka kok sama pekerjaan gue. Gue beruntung banget bisa memiliki pekerjaan ini karena gue banyak bisa melakukan hal-hal yang menarik. Tetapi.. kok masih seperti ada rasa kosong ya.”

… Sebenarnya kalimat-kalimat tersebut secara tidak langsung sedang menunjukkan bahwa kita sedang berada di our own comfort zone — yaitu, sebenarnya kita bersyukur sekali dengan kehidupan yang kita miliki, sangat bersyukur malah, tetapi …

… naah, setiap ada “tetapi” ini. Kata tetapi ini bukan menunjukkan bahwa kita kurang bersyukur kepada kehidupan yang kita miliki sekarang, tetapi ini rasa yang sedang memberikan kita arah — a calling, a sense of purpose. Dan tergantung dari kita mendengarkan atau tidak.

Why is this?

Humans are meant to change, create and contribute. Kita memang ditakdirkan untuk terus berubah, untuk menciptakan sesuatu yang bisa dikontribusikan untuk sesama. Dan ketika kita tidak melakukan 3 hal ini, ada sesuatu rasa ‘fulfilled’ yang hilang, yang membuat kita merasa “We’re missing something.”

We want to feel that our lives mean something. Bahwa hidup kita itu ada maknanya. Bahwa diri kita itu berarti.

Trus, hidup nyaman itu memangnya gak boleh?

Boleh banget. Tinggal sejauh mana kamu tetap merasa “fulfilled” dengan kehidupan kamu. Sejauh mana kamu tidak iri melihat kehidupan orang lain. Sejauh mana kamu nyaman dengan tidak memaksimalkan semua potensimu.

Kalau kamu nyaman dengan semua itu. It’s your own choice.

Dari mana gue tahu kalau gue sekarang sedang stuck di comfort zone?

Ada curhatan dari temen gue yang bilang, “Gue nanya dong ke atasan gue tentang sebuah informasi. Eh, dia gak mau jawab malah mengatakan ‘Kalau kamu mengerjakan pekerjaan kamu dengan benar, kamu sudah tahu informasi itu. Coba deh cari.’ Ih, nyebelin banget deh.” <– Belum memaksimalkan peran.

Atau seperti ini. “Gue diminta bos gue untuk jadi owner untuk sebuah proyek. Trus gak cuma itu gue disuruh presentasi ke bos-bos. Duh, padahal kan bisa aja dia yang presentasi. Gue gak perlu kok presentasi.” <– Gak suka dapat tantangan.

Dulu pun gue sering ngomong gini. “Gue itu kan orangnya introvert, pemalu.. gak suka jadi pusat perhatian. Jadi gue gak suka aja harus presentasi dll” <— Menciptakan alasan-alasan sendiri.

Sebenarnya tiga contoh di atas itu menunjukkan bahwa kamu sedang stuck di comfort zone. Hidup ingin menunjukkan kamu your potentials, tetapi kamu menolaknya.

Gue semakin sadar, bahwa gue sendiri yang menaruh diri gue di zona nyaman — yang ternyata gue sedang membatasi diri gue sendiri.

Hmm, coba tanyakan ke dirimu beberapa hal ini deh:

  1. Adakah hal yang sudah lama kamu ingin lakukan tetapi terus tertunda?
  2. Apakah kamu suka melihat kehidupan orang lain dan iri kepada kehidupannya?
  3. Apakah kamu sering merasa jenuh dan bosan tentang kehidupanmu?
  4. Apakah kamu memiliki kesulitan ketika ditanya apa mimpimu dan goals saat ini?
  5. Apakah sudah lama sejak terakhir kali kamu melakukan sesuatu untuk pertama kalinya?
  6. Apakah kamu takut bertemu orang-orang baru?
  7. Apakah kamu takut menerima challenge yang diberikan orang lain atau diri sendiri?
  8. Apakah kamu suka mengatakan “Ya ini kan gue, susah berubah.”
  9. Apakah kamu suka mengatakan “Ya itu kan gampang buat elo, buat gue kan susah.” “Itu kan susah.”
  10. Apakah kamu suka gak sadar bahwa terkadang kamu malah merugikan orang lain? (i.e. Datang terlambat, janji telat-telat terus, gak berani menginformasikan masalah yang dihadapi, gak berani jujur.”
  11. Apakah kamu sering mengatakan “males ah.”

Kalau banyak sadar mengatakan “Ya” — berarti kamu sedang berada di comfort zone.

Jadi, kalau ingin terus keluar dari comfort zone, apa yang bisa gue lakukan?

Coba tes diri kamu dengan menjawab hal-hal ini…

  1. Apakah kamu belajar sesuatu yang baru hari ini atau minggu ini?
  2. Apakah kamu telah mengakusisi skill baru setahun terakhir ini?
  3. Apakah setahun terakhir ini kamu melakukan sesuatu yang kamu takutkan? (I.e Public speaking, Traveling sendirian, Bungee jumping)
  4. Seberapa banyak kamu mencoba melakukan hal-hal baru?
  5. Kapan terakhir kali kamu melakukan hal gila yang sangat spontan?
  6. Apa yang telah kamu ciptakan/kreasikan akhir-akhir ini?
  7. Sejauh mana kamu telah berkontribusi ke sekelilingmu?
  8. Sejauh mana kamu telah mengikuti arah impianmu?
  9. Apakah kamu merasa ‘fulfilled’ dengan kehidupanmu yang sekarang?
  10. Kalau kamu orang lain, apakah kamu akan terinspirasi dengan kehidupanmu?

Kalau jawabannya banyak yang YA dan bisa dijawab, berarti kamu cukup bisa hidup di luar comfort zone. Kalau jawabannya gak tau, gak yakin, dll… hmm.. that means masih ada di sektor comfort zone.

where-the-magic-happenLove this picture. Are you ready for magic to happen in your life?

Devi pernah bercerita dalam tulisannya Menghilang Untuk Menemukan Diri tentang bagaimana dia keluar dari zona nyamannya.

Teman saya Pungky akhirnya pun mendirikan @DreamLabID karena akhirnya berani keluar dari zona nyamannya.

So, what do you think? Apakah kamu sudah berasa benar-benar hidup? Apalagi tips dari kamu untuk bisa keluar dari comfort zone?

    Leave a Reply