Apa ciri-ciri Authenticity bagi kamu?

4 Comments
Apa ciri-ciri Authenticity bagi kamu?

Sering kita mendengar nasehat “Be Yourself!” Kesannya mudah sekali ya.

Ada kalanya kita terlalu “Be Ourselves” dampaknya juga negatif bagi orang lain. Kita benar-benar tidak peduli terhadap lingkungan kita. Di sisi lain, ketika kita terlalu mendengarkan orang lain, kita jadi kehilangan jati diri dan kebahagiaan diri. Ini sebabnya saya selalu mengagumi orang-orang yang sangat otentik.

Sehari-hari saya jadi banyak bertanya, kalau saya ingin menjadi orang yang lebih otentik, bagaimana caranya? Bagaimana melatihnya?

Nah, kali ini, ijinkan saya bertanya dulu ke teman-teman sekalian.

Sebenarnya apa arti OTENTIK itu sendiri? Apa ciri-cirinya?

Ciri-ciri yang TERLIHAT dan TERASA langsung dari teman-teman. Semakin spesifik contohnya akan semakin keren. Minggu depan kita rangkum dan jadikan sebuah artikel ya.

Silahkan tinggalkan pendapatmu di bagian komen ya. Terima kasih untuk pendapatnya 🙂

 

 

 

 

About the author

Kami di theUnlearn.com berkomitmen untuk membawakan hal-hal yang inspiratif, joyful, bermanfaat agar kita bisa fully live our lives, be the person that we want to be.

4 Comments

  1. Ratih -  February 16, 2015 - 9:29 am

    Autentik itu asli, sesuai faktanya (sebagaimana penilaian autentik yang harus sesuai dengan perkembangan siswa di kelas, jadi tidak boleh mengada-ada).

    Sesuai dengan pengalaman saya (mungkin orang lain punya pengalaman lain, ya), ciri utama orang yang autentik ialah “dia memahami konsep dirinya secara utuh”. Karena ia mengenal dirinya secara utuh, ia tahu dari mana asalnya, di mana dan bagaimana posisinya sekarang, serta mau ke mana/bagaimana ia nantinya. Tentu setiap orang punya konsep diri yang berbeda (kecuali asalnya, yaitu sama-sama pemenang), makanya selama dia mengenali dan memahami dirinya sendiri, tidak mungkin dia bisa jadi KW.

    Sebagai contoh, salah seorang rekan guru yang mengajar bahasa Jepang ternyata (deep inside) tidak belajar bahasa Jepang semata-mata karena ingin menjadi guru, tapi juga karena ingin ke Jepang. karena sudah menyadari ini, maka ia mengatur strategi untuk bisa mencapai impiannya itu. Nah, kebayang kan, kalau dia tidak sadar bahwa sebenarnya dia ingin ke Jepang juga? Tidak mungkin mencapai impian ini, wong menyadari impiannya saja tidak ^_^

    Terus, bagaimana caranya supaya kita bisa tahu apa yang paling kita inginkan, atau tahu ingin jadi orang seperti apa?
    Salah satu caranya: lakukan relaksasi atau meditasi setiap hari. Dengan bermeditasi, kita melatih untuk melihat ke dalam diri kita. Hal ini sudah terbukti juga dengan hasil penelitian mengenai cara kerja otak kita.
    Ketika bermeditasi, gelombang otak kita akan cenderung didominasi oleh gelombang alfa dan theta (tergantung jenis meditasinya), yang memungkinkan kita mengakses pikiran bawah sadar, di mana emosi, hasrat, value, dan keinginan tertinggi kita tersimpan.

    Oya, keadaan meditatif ini juga dapat dicapai jika kita beribadah dengan khusyu’.

    So, take a deep breath, know yourself, do your best, then let God does the rest.

  2. Ratih -  February 16, 2015 - 9:42 am

    Autentik = asli, sesuai kenyataannya.

    Ciri utama orang yang autentik = sudah mengenal konsep dirinya secara utuh, sehingga paham asalnya, di mana/bagaimana posisinya sekarang, serta mau ke mana ia melangkah.

    Lalu, bagaimana caranya mengenal diri sendiri?
    Cobalah bermeditasi/relaksasi setiap hari. Keadaan meditatif memungkinkan kita untuk menjelajah ke bawah sadar, di mana semua keinginan kita yang asli, hasrat, emosi, bahkan kemampuan menyelesaikan masalah secara intuitif. Dengan demikian, kita akan tahu mana yang asli kita banget, dan mana yang dipaksakan oleh lingkungan. Nah, kalau sudah kenal jati diri/konsep diri kita, masa masih bisa jadi KW?
    Oya, keadaan meditatif juga bisa dicapai jika kita beribadah dengan khusyu’, terlepas apa pun agama kita.

    Semoga bermanfaat.

  3. Wendhy Lukman -  February 18, 2015 - 12:10 pm

    Tentang Autentik, saya teringat pengalaman hidup Pangeran Suryo Mentaram atau Ki Ageng Suryo Mentaram yang saat ini sedang dikaji sebagai dasar revolusi mental dan dasar ilmu psikologi lokal. Jadi Pangeran disembah merasa tidak enak, rasanya KW lebih baik mengundurkan diri jadi pangeran padahal hidupnya enak. Akhirnya dengan mengenal diri sendiri maka dia akan mengenal Tuhannya memahami autentik diri, bersyukur dan kebenaran sejati, untuk masuk ke tingkatan seterusnya mengerti bahwa dia adalah saksi bagi kehidupan. Semoga bermanfaat..

  4. gizella -  February 22, 2015 - 10:13 am

    Otentik … Menurut saya berarti orisinil by myself. Berpikir, berperilaku menurut yang saya ketahui. Berpendapat dan menyampaikan ide/rekomendasi berdasarkan yang saya ketahui dan pahami. Hal itu ridak berarti bahwa lalu kita tidak mencari referensi. Otentik yang krearif mensyaratkan seseorang mencari referensi sebanyak banyaknya, mengolah dan memahaminya lalu menjadi insight baru yang mendasari pemikiran dan perilaku.

    Kebetulan saya bekerja di bagian HR, dengan banyak anak muda yang menjadi tim kerja saya. Pada saat mereka diminta membuat rekomendasi terhadap beberapa arah keputusan yang muncul adalah template kampus ataupun template lama yang disediakan perusahaan. Jaranh sekali muncul rekomendasi baru yang segar yang dapat menginsight kita.

    Otentik juga berarti keberanian untuk menjadi berbeda. Karena hanya dengan cara itu ke otentik kan akan teelihat

    salam

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *