ARTICLES Career Success

5 hal yang menyebabkan cita-cita atau goal kamu tidak tercapai

December 9, 2013

Setiap akhir tahun banyak dari kita yang mencoba membuat resolusi baru. Our so inspired new year resolutions. Saya, personally, gak percaya sama new year resolutions. Bukan karena ‘resolutions’nya tetapi membuat New Year seperti satu-satunya waktu yang tepat untuk menjadi turning point dalam hidup kita. Kamu masih ingat resolusi kamu tahun ini? Ada berapa? Berapa banyak yang tercapai?

Tahukah kamu, hanya 8% orang yang mencapai New Year Resolutionsnya. Di sebuah eksperimen yang berbeda ada 12% dari 3000 orang yang sukses dalam resolusinya. Urgh. Pantas hanya sedikit orang yang mencapai sukses di dunia ini 😀 (#sarcasm). Dan lucunya, setiap tahun kita selalu melakukan hal yang sama dan BERHARAP kita mendapatkan hasil yang berbeda. #interesting. Well, kalau kata Oom Einstein, itu adalah insanity. Gila.

Sayangnya kita gak pernah belajar, alasan-alasan kenapa setiap kita bikin goals, akhirnya gak tercapai. Sering kita membahas Goal Setting, tetapi jarang kita membahas Goal Processing ataupun Achieving. Dan dalam Setting, Processing maupun Achieving, ini adalah 5 alasan utama kenapa kita sering gagal:

1. You don’t have a clear, specific goals. Then you forget your goals.

Ketika saya bertanya ke 20 orang di kelas saya, apa Top 5 Goals untuk tahun ini, semuanya kagok. Lalu mulai mengingat-ngingat lagi. Kalau kita saja tidak tahu apa yang kita ingin capai, bagaimana bisa mencapainya? Boro-boro tahu goalsnya, kalaupun tahu akhirnya kesalahan utama adalah  kurang jelas atau kurang spesifik. Misalnya, mau lose weight. Berapa banyak? By when? Clear dan spesifik artinya bisa diukur. Tidak hanya hasilnya, tetapi juga progressnya.

2. You are merely interested in it, but not committed to it.

Sekedar ingin, tetapi gak bener-bener komit. Apak buktinya? Kalau memang komit, ga ada lagi alasan, excuses, complains. Most of us, ingin lose weight, tetapi gak benar-benar komit, gak mau susah, gak mau do the work. Senang mencari jalan pintas. Menyerah sebelum bertarung. Menyerah terlalu dini. Ini sebabnya beberapa orang bisa benar-benar komit kalau sudah kepepet. I call this The Art of Kepepet. Jadi memang sudah tidak ada pilihan lagi.

3. You don’t know your big WHY.

Kalau kata Oom Nietzche, “He who has a why to live for can bear almost any how.” Yang artinya adalah, benar-benar tahu alasan ataupun motivasi KENAPA goal ini benar-benar harus terealisasikan. Kenapa ingin lose weight? Kalau sekedar ikut-ikutan WHYnya kurang besar. Kalau hanya sekedar ingin tampil kurus ketika pernikahan, setelah nikah naik lagi deh. What is your internal motivation? Apa kekesalan/kemarahan yang kamu miliki sehingga ini harus terjadi? Ubahlah kemarahan itu menjadi something good

4. Your internal belief system is not aligned with that goal.

Apa? Yes, kamu gak terlalu percaya bahwa kamu bisa mencapai goal tersebut. Kamu mulai mikir yang enggak-enggak. Punya doubt. Bisa gak ya? Duh, gimana caranya ya? Bener gak sih kalo gue melakukan ini bisa lose weight? Belief itu kan semata-mata pikiran-pikiran yang sering sekali kita entertain di dalam kepala kita sendiri sehingga secara tidak sengaja kita menanamkan kepercayaan itu di dalam diri kita sendiri. Kadang, kita malah gak sadar bahwa belief yang kita miliki itu beda dari goal yang kita inginkan. Karena kita gak pernah diajarkan menjadi sadar terhadap belief/kepercayaan kita sendiri dan bagaimana mengubahnya. Kasian ya kita. Ternyata kita sendiri yang mensabotase diri kita sendiri. We sabotage ourselves by not realizing our limiting beliefs.

5. You keep the same routines and habits but expecting different results.

Seperti kata Oom Einstein tadi, bahwa “Insanity is doing the same thing over and over again and expecting different results.” Kalau kamu ingin hasil yang berbeda dari selama ini yang kamu dapatkan, maka kamu harus mengubah kamu. Dan cara paling mudah untuk mengubah diri adalah dengan mengubah rutinitas dan kebiasaan. Contoh, apa kebiasaan kamu makan? Hal pertama yang kamu lakukan ketika bangun pagi apa? Kebiasaan kamu minum (baik air maupun alkohol :D) bagaimana? By changing what you do, you are changing who you are, then you are changing your results.

Kalau kamu seperti saya, maka kamu pun telah jago banget melakukan 5 kesalahan ini 😀 And it’s okay. Bukan tentang melakukan kesalahannya, tetapi sejauh mana kita akhirnya sadar dan lalu belajar dari kesalahan tersebut kan? Sekarang tinggal pertanyaannya, bagaimana memastikan hal tersebut tidak terjadi lagi kedepannya? (Tunggu tanggal mainnya ya.) Tapi kalau kamu sudah tidak sabar, boleh memulai dengan menonton video ini oleh Oom John Assaraf: Cara untuk menetapkan dan mendapatkan impianmu dalam hidup.

 

 

  • Reply
    lapakmedan
    December 26, 2014 at 3:14 pm

    benar sekali kak, setiap awal tahun orang selalu bilang resolusi tapi tanpa solusi

    • Reply
      The Unlearn Team
      January 5, 2015 at 9:28 am

      Keren kalau kita bisa menjadikan tahun ini tahun SOLUSI yaaa. Happy New Year!!!

  • Reply
    lapakmedan
    December 26, 2014 at 3:16 pm

    setiap awal tahun orang selalu bilang resolusi tapi tanpa solusi

  • Reply
    Aiman Imtihanah
    December 26, 2014 at 7:07 pm

    Widih, ganas postingannya. Haha.
    Bikin gue nyadar lagi. GOAL GUE HARUS BENER BENER TERWUJUD!!! YOSH!

    • Reply
      The Unlearn Team
      January 5, 2015 at 9:29 am

      Lebih ganas ketika nanti goal kamu semuanya terwujud. hihihihi. Semangat!! Chaiyooooo!! Dan Selamat Tahun Baru yaaaa!

  • Reply
    Aprialdi
    December 30, 2014 at 5:58 am

    Oh jadi ternyata, sejauh ini..kesalahan yang telah disadari hanya 5 ? hihi

    • Reply
      The Unlearn Team
      January 5, 2015 at 9:31 am

      5 dari 5000, hahahahahaa. Happy New Year!!!

Leave a Reply