35 Cara Menjadi Beautiful Human Being

2 Comments

 

Menjadi cantik secara penampilan mudah. Olah raga, diet, make-up, sampai operasi plastik pun bisa dilakukan. Pertanyaannya, kalau menjadi manusia yang ‘beautiful’ itu yang seperti apa?

beauty light in heartInner Beauty. Apa sih artinya? Cantik dari dalam diri. Yes, kita sering mendengarnya. Dan gue sering penasaran kenapa kita lebih khawatir tentang penampilan luar dibandingkan kualitas yang ada di dalam diri? Apakah karena kita yang lebih menghakimi orang lain dari penampilannya? Apakah self-esteem kita serendah itu sehingga membutuhkan pengakuan? Apakah karena memang penampilan luar lebih banyak ter-expose di media mauapun social media? Semua ingin cantik dan keren ala selebriti. Sebanyak apa yang juga ingin cantik dari dalam?

Merasa cantik/keren. Kalau ditanya, “Menurut loe, elo itu cantik ga?” Susah ya jawabnya. Mau bilang ‘Ya’ kok ya narsis banget. Mau bilang ‘Enggak’ juga kayaknya gak pede gitu. Maybe kita bertanya hal yang salah. Mungkin kita sebaiknya bertanya, “Menurut kamu, apa yang bisa kamu lakukan untuk menyebarkan keindahan di dunia ini?”

Beautiful person = beautiful mind + beautiful heart + beautiful action. Dimana pikiran-pikirannya bukan pikiran yang menghakimi orang lain, bukan pikiran yang miskin, tetapi pola pikir yang kaya. Di mana hatinya bisa menyentuh hati orang lain dan menyalakan jiwanya. Dimana tindakannya bermanfaat untuk orang lain.

So, apa hal-hal yang bisa kita lakukan untuk menjadi Beautiful Human Being – yaitu manusia-manusia yang menyebarkan keindahan?

1. Senyum. Seperti sebuah kutipan, “Wajah yang tersenyum tidak pernah tidak cantik.” Karena ketika kita senyum, jiwa kita sedang hidup, dan itu memberikan kehidupan ke orang lain. Indah.

2. Hadir untuk orang yang membutuhkan kamu  walaupun tidak ada untungnya untuk kamu. Terkadang, tanpa harus melakukan apapun, hanya sekedar ada itu sangat membantu orang lain. Compassion.

3. Mau berkorban  untuk orang-orang yang kita sayangi. Yes, pulang kerja memang melelahkan dan inginnya langsung masuk tempat tidur. Tetapi kalau kekasih, teman ataupun anak sedang ingin curhat, sejauh mana kita mau mengorbankan waktu dan energi kita yang tipis itu untuk mengisi energi orang lain?

4. Mengakui kesalahan, walau sulit sekali untuk mengakui  kesalahan dan kemudian benar-benar berusaha untuk membayar kesalahan itu sendiri.

5. Bercerita tentang kesulitan yang kita alami, bukan untuk mendapatkan simpati, tetapi untuk membuat orang lain merasa tidak sendirian.

6. Ciptakan sesuatu yang membantu orang lain. Lagu, tulisan, komunitas, organisasi — apapun itu yang menginspirasi orang lain.

7. Bantu seorang anak untuk merasa baik tentang dirinya sendiri. Kita tahu bahwa kita seendiri sering merasa tidak pede dan butuh orang lain untuk memperkuat self-esteem kita. Mudah untuk bilang “Jangan, itu tidak baik.” Tetapi membuat orang lain merasa baik walaupun mereka melakukan kesalahan itu butuh seni.

8. Beritahu seseorang apa yang kamu sukai dari orang tersebut, walau itu membuat kamu tidak nyaman.

9. Maafkan orang lain tanpa kita harus mendengar orang tersebut mengatakan, “I’m sorry.”

10. Ciptakan energi yang positif di sekitar kamu dengan selalu memikirkan hal-hal yang positif dan berperilaku dengan niat yang positif.

11. Lihat realita tanpa menghakimi orang lain ataupun situasi.

12. Terima orang lain apa adanya dan bukan malah mencoba mengubahnya menjadi seseorang yang kamu inginkan.

13. Perlakukan orang lain selayaknya mereka ingin diperlakukan. Menyesuaikan diri dengan gaya orang lain, apa yang mereka sukai. Bukan apa yang kita sukai.

14. Perhatikan hal-hal sederhana dan indah di sekeliling kamu. Seperti langit biru. Angin sepoi-sepoi. Warna ungu bunga bougenville. Senyum anak kecil yang sedang bercanda dengan teman-temannya.

15. Akui kecantikan atau kerennya orang lain dan bukan malah merasa terancam atau harus berkompetisi.

16. Jadilah perubahan yang kamu ingin lihat di dunia ini, seperti yang telah diberitahu Gandhi.

17. Kenali our personal power dan lakukan sesuatu yang bermanfaat di dunia ini.

18. Temukan kekuatan di situasi yang menantang. Ini memang tidak mudah. Give yourself some credit.

19. Katakan hal-hal yang baik tentang dunia di sekitarmu dan bukan hanya gosip dan keluhan.

20. Lupakan dirimu untuk sementara, jangan lakukan apa-apa kecuali mendengarkan orang lain. Benar-benar memberikan atensi 100%.

21. Ukur seseorang dari momen-momen terbaik mereka, bukan dari yang terburuk.

22. Hargai dirimu sendiri juga—fokus ke hal-hal baik yang telah kamu lakukan, bukan hanya semua kesalahan yang telah kamu lakukan.

23. Berbesar hatilah ketika seseorang menyakiti kamu, dan bukan malah menyerang kembali atau menyakiti orang lain.

24. Buatlah orang lain tertawa. Karena tawa bisa meleburkan stress dan mengangkat rasa sakit.

25. Buatlah orang lain menangis—karena bahagia. Karena orang selalu ingin merasa tersentuh, terinspirasi, termotivasi. Jangan pernah megecilkan kekuatan yang ada dari menyentuh dan mengangkat hati orang lain.

26. Selalu berpikiran terbuka dan bukan hanya mudah menghakimi ataupun berpikir hanya sebatas asumsi.

27. Cintai apa yang kamu takuti.

28. Jadilah seseorang yang optimis ketika orang-orang di sekitar kita membutuhkannya.

29. Tunjukkan kerendahan hati ketika hal-hal yang telah kamu capai itu mudah sekali untuk membuat orang lain lebih rendah dari kita.

30. Atasi penolakan/kekalahan dengan anggun. Memang cheesy dan cliche, tetapi bisa menerima kekalahan/penolakan dengan hati besar itu yang membuat kita menjadi menang.

31. Tunjukkan kegembiraanmu untuk hal-hal yang memang membuat kamu gembira. Ini sebabnya anak kecil tidak ada yang jelek, karena mereka selalu excited about everything, walau itu hanya hal-hal yang dianggap sepele.

32. Dengarkan apa yang dimaksudkan orang lain, bukan hanya apa yang mereka katakan. Mendengarkan itu adalah mencoba memahami, bukan menghafal kata-kata, bukan memberikan jawaban, bukan memberikan advise.

33. Bayangkan dunia yang mengenal ketenangan, dan lakukan 1 hal untuk menciptakan hal tersebut.

34. Hargai prinsip dan nila-nilai yang kamu junjung tinggi. Menunjukkan integritas adalah langkah pertama untuk merasa nyaman dengan diri sendiri.

35. Terima dan cintai dirimu sendiri, dengan semua kelebihan dan kekuranganmu.

…. mau coba menambahkan? Apa nomor 36 dan selanjutnya?

Hanya manusia. Sering kita mendengar, “yah, kita kan banyak khilaf, namanya juga manusia.” Jujur gue suka sedih kalau mendengar hal tersebut, karena kesannya manusia itu secara natural melakukan kekhilafan. Padahal, bukankah sudah menjadi nature-nya manusia juga untuk berbuat baik, menyebarkan kebaikan dan keindahan?

Bagaimana kamu bisa menjadi a beautiful human being today?

 

Inspiration: tinybuddha.com

 

About the author

Kami di theUnlearn.com berkomitmen untuk membawakan hal-hal yang inspiratif, joyful, bermanfaat agar kita bisa fully live our lives, be the person that we want to be.

2 Comments

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *