16 Cara Menjadi Bahagia (Dibuktikan oleh Science)

1 Comment

 

So, kalau kamu suka galau atau sedang mengalami quarter life crisis, ada 16 cara yang sudah dibuktikan oleh science yang bisa meningkatkan tingkat kebahagiaanmu. Baik hanya 5 menit atau sudah mulai mempraktekkan kebiasaannya, coba lihat… yang mana yang sudah kamu lakukan, bisa dilakukan sekarang dan yang mana yang ingin kamu coba lebih banyak?

Cara menjadi bahagia - happiness matirx

1. Smile.
Senyum. 
Penelitian tahun 2011 menunjukkan bahwa berpikir tentang sesuatu yang positif yang membuat kamu tersenyum bisa membuat kamu merasa lebih bahagia. Harus senyum beneran lho, gak boleh fake. Penelitian oleh Clark University tahun 2013 juga menemukan bahwa tersenyum juga bisa mengaktivasi memori-memori yang positif.
>> Cause dan effectnya bagus nih. Kalo gak tau mesti ngapain lagi, senyum aja dulu.

2. Go for a run.
Berlari.
Aktivitas fisik, terutama yang memicu kardio membuat otak kita memproduksi hormon endorphin, yaitu hormon yang mentrigger rasa ‘feel-good’ yang bisa mengimprove mood dan well-being.
>> Ini suka disebutnya runner’s high. Makanya kalau abis olahraga, kita feel ‘high’ — kaya oranga paling kuat sedunia. Atau cobain latihan muaythai 1.5 jam, hehe.

3. Pray.
Berdoa.
Kegiatan spiritual dan aktivitas religious sudah diasosiasikan dengan meningkatnya kebahagiaan, berdasarkan review dari 300 penelitian yang mengkoneksikan antara spiritualisme dan kesehatan. Berdoa sendiri adalah salah satu cara untuk mengatasi stress.
>> Gak heran, karena di sini kita menemukan ketenangan dan menyerahkan diri kepadaNYA.

4. Laugh.
Tertawa. 
Gak cuma bisa mengatasi stress, tertawa itu bisa memperbaiki mood kita dan menurunkan tanda-tanda anxiety dan depression.
>> Jadi pas nih, kalau lagi galau bisa nonton film-film yang membuat tertawa. Atau cari teman-teman yang memang pinter banget bikin ketawa.

5. Go for a stroll in the park.
Jalan kaki di taman. Well, di Indonesia gak terlalu banyak taman sih ya, tetapi intinya meluangkan waktu dekat dengan alam. Dan ternyata banyak berinteraksi dengan lama bisa meningkatkan well-being. Ada penelitian di UK yang menunjukkan bahwa orang-orang lebih bahagia ketika ada di lingkungan yang ‘natural’ dibandingkan di tengah kota.
>> Pantesaaaaannn, kita pengennya pada liburan ke pantai atau naik gunung.

6. Perform an act of kindness.
Berbuat kebaikan. Melakukan sesuatu yang menyenangkan untuk orang lain bisa membuat kamu lebih bahagia, berdasarkan riset di University of California.
>> Setuju banget. Contohnya kalau kita kasih hadiah kecil-kecilanpun ke orang lain, melihat reaksi mereka itu priceless banget.

7. Listen to happy music.
Dengarkan lagu-lagu yang happy. Penelitian menemukan bahwa murid yang mendengarkan lagu-lagu yang happy ketika mengerjakan sesuatu yang butuh effort merasakan kenaikan di level kebahagiaannya. Ini di penelitian yang dilakukan tahun 2013 yang di publish juga di Journal of Positive Psychology.
>> Dan lucunyaaaa, kebanyakan musik-musik berbahasa Indonesia itu GALAU. Hahahaha, kalo gak diduakan, gak punya siapa-siapa, kangen, dll. Pantesan kita generasi galau ya :p

8. Walk tall.
Jalan dengan tegap. 
Berdasarkan penelitan di Florida Atlantic University, berjalan dengan tegap denga beat yang positif membuat kamu lebiih happy. Di penelitian ini orang-orang yang berjalan dengan langkah yang lebih lebar, tangan mengayun dan kepala melihat kedepan/keatas merasa lebih happy (walau hanya 3 menit) dibandingkan grup yang jalannya melihat kebawah sambil bungkuk.
>> Tapi memang hati, mind dan tubuh itu kan satu kesatuan. Jadi kalau hati lagi sedih, kita bisa tingkatkan di mind atau tubuh, jadi hati ikutan ketularan. Trick your mind/heart.

9. Meditate.
Meditasi.
Meditasi bisa membantu menurunkan stress dan menurunkan tanda-tanda depresi ringan. Dan juga telah dihubungkan dengan kesehatan emosional dan peningkatan kualitas tidur.
>> Daaaan meditasi itu bukan tentang duduk dibawah pohon terus ngomong “ooooommm”. Begitu kamu mengenal meditasi, gue rasa kamu juga bisa jatuh cinta. Karena bagi gue itu seperti berdoa tanpa mengatakan apa-apa. Plainly khusuk.

10. Keep a gratitude journal.
Memiliki diary syukur.
Bersyukur atas apa yang kita miliki, rasakan, alami. Banyak penelitian yang sudah menemukan korelasi yang kuat antara bersyukur dengan well-being, mulai dari usia mudapun. Mengajarkan anak kecil bersyukur di sekolah sudah terbukti meningkatkan emosi yang positif dan optimisme.
>> This is my favorite dan sudah gue coba sendiri 5 tahun terakhir. Cara paling mudah untuk membentuk kebiasaan untuk menjadi happy. Tahun ini gue bikin ‘happiness jar’ agar lebih fun saja. Jadi setiap hari memasukkan hal-hal yang menyenangkan ke kaleng tersebut, jadi setiap lagi bete ataupun akhir tahun bisa dilihat-lihat lagi.

11. Go on vacation.
Liburan.
Tepatnya adalah antisipasi untuk liburan, berdasarkan penelitian di Belanda tahun 2010, bisa meningkatkan kebahagiaan sampai 8 minggu sebelum kamu pergi.
>> Bagi gue ini “something to look forward to.” Bukan liburannya, tetapi apakah kamu punya sesuatu yang benar-benar kamu nantikan karena kamu tahu hal tersebut akan membuatmu happy?

12. Play with a puppy.
Bermain dengan anak anjing.
Sepertinya otak kita memang langsung happy kalau bermain dengan anak anjing. Satu penelitian menemukan bahwa hanya bermain atau memegang anak anjing meningkatkan aktifitas otak di otak bagian kiri — yaitu bagian yang diasosiasikan dengan pleasure dan kebahagiaan. Memiliki peliharaan di rumah pun sudah dikorelasikan dalam meningkatkan well-being.
>> Well, kalau bukan anjing, kucingpun boleh. Asal bukan piaraan suami/istri orang ya.

13. Take a nap.
Tidur siang.
Kurang tidur bisa meningkatkan level stress. Salah satu penelitian menunjukkan bahwa setelah mengingat sebuah daftar kata-kata, anak kuliah yang kurang tidur meningat 81% kata-kata yang konotasinya negatif (seperti ‘kanker’) dan hanya mengingat 41% kata-kata yang konotasina positif atau netral (seperti ‘sinar matahari’). Telah terbukti juga bahwa nyuri tidur siang itu meningkatkan mood.
>> I loooooveee this. Pantesan setiap gue stress bawaannya pengen tidur. Sedikit melarikan diri dari kenyataan, sedikit relaxing, sedikit mengistirahatkan otak, fisik dan hati.

14. Enjoy a nice cup of tea.
Menikmati secangkir teh. 
Memperhatikan dan mengapresiasi hal-hal kecil yang terjadi dalam hidup (simple pleasures) bisa me-reprogram otak kita untuk menjadi lebih happy dengan shifting kecenderungan otak dalam ‘negativity bias’, kata Psikolog Rick Hanson dalam bukunya Hardwiring Happiness. “Kita selalu dikelilingi oleh kesempatan — 10 detik di sini atau 20 detik di sana — hanya untuk memperhatikan situasi dan belajar dari hal-hal tersebut,” ucapnya ke The Huffington Post.
>> Termasuk duduk bengong melihat awan lewat, menikmati slurup kopi pertama, kena matahari pagi, mencium bau kopi, memperhatikan anak kecil bermain. Hidup itu indah ketika kita ingin melihatnya indah. #eaaaahhh

15. Volunteer.
Kerja Sosial. 
Membantu orang lain sebenarnya juga membantu diri kita sendiri. Penelitian di University of Exeter menemukan bahwa kerja sosial bisa meningkatkan kebahagiaan, meringankan depresi dan membuat kamu hidup lebih panjang.

16. Have sex.
Bercinta.
Bercinta (bahasanya gak kuat gue -red), ternyata bisa membantu mengatasi stress dan meningkatkan well-being. Penelitian oleh Institute For The Study of Labor menemukan bahwa mereka yang bercinta sedikitnya 4x/minggu itu lebih happy dan gak mudah depresi — dan juga menghasilkan lebih banyak uang. (What? – red). Tidak hanya itu, juga membuat jantung dan sistem imun kita lebih sehat.
>> Well, memang sih, efek bercinta itu sama seperti efek lari — karena sama-sama aktivitas kardiovaskular — yang merelease hormon endorphine juga. So it makes sense. Jadi kalau kamu gak bisa bercinta 4x/minggu, at least ya olahraga 4x/minggu. Tapi kalo kamu termasuk yang beruntung bercinta 4x/hari, apakah benar kamu menghasilkan banyak uang? 😀

Extra credit:

17. Think of happy times.
Memikirkan masa-masa indah.
Nostalgia tentang hal-hal yang menyenangkan tentang masa lalu membuat kita menjadi lebih optimis untuk masa depan, berdasarkan penelitian di University of Southampton.
>> Sayangnya, biasanya yang lebih mudah diingat dan diungkit-ungkit adalah yang sedih-sedih. Atau efeknya, ingat masa lalu yang bahagia, malah iri sama masa lalu. Salah juga dong. Ini seperti happy memory serum, baca di sini deh.

 

xo.

Inspirasi: huffingtonpost.com

 

About the author

Kami di theUnlearn.com berkomitmen untuk membawakan hal-hal yang inspiratif, joyful, bermanfaat agar kita bisa fully live our lives, be the person that we want to be.

1 Comment

  1. Alvie -  July 23, 2017 - 6:19 am

    Thanks banget tipsnya admin, sangat bermanfaat sekali tentunya.

    Beberapa list yang disebutkan diatas saya sangat setuju dan sayapun melakukannya, dan alhamdulillah saya masih menjalani hidup ini dengan kebahagiaan.

    Mengenai seyuman, hal ini begitu mudah dilakukan dan efeknya begitu luar biasa, terutama ketika kita berkomunikasi dengan orang lain. Dan yang tidak kalah pentingnya bahwa senyum didepan wajah saudaramu adalah sedekah.

    https://galaulewat.wordpress.com/

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *