12 Kebiasaan Untuk Menjadi Bahagia

No Comment
12 Kebiasaan Untuk Menjadi Bahagia

 

Setelah banyak mempelajari the science of happiness dan berbagai manfaatnya, akhirnya semakin paham bahwa kita bisa melatih diri kita untuk menjadi bahagia. Dan tinggal dijadikan kebiasaan saja.

Martin Seligman, bapak dari positive psychology, mengatakan bahwa walau 60% dari kebahagiaan itu berasal dari genetik dan situasi, yang 40% itu tergantung kita. Well, gue ingin fokus dalam apa yang bisa gue control dong.

John Lennon Quote on LifeDalam Ted Talk tahun 2004, Seligman menjelaskan ada 3 macam tipe hidup yang bahagia:

1. The pleasant life: mengisi hidup dengan berbagai hal yang membuat kita happy
2. The life of engagement: seberapa kita merasa hidup di dalam kehidupan kerja, rumah tangga dan teman
3. The meaningful life: termasuk memahami apa kekuatan kita dan menggunakannya untuk berkontribusi

“You are what you repeatedly do.”

Kalau kita menjadi apa yang selalu kita lakukan, berikut adalah hal-hal yang semakin gue latih setiap harinya dalam 5 tahun terakhir. Hal-hal yang memang ada dampaknya dalam hidup gue. Ini 12 hal yang gue latih terus menerus lakukan untuk bisa mendapatkan 3 hal tersebut:

1. Gratitude Log

Dulu bermulainya setiap pagi, gue meng-email diri gue daftar hal-hal yang bisa gue syukuri dalam 24 jam terakhir. Dan daftar ini harus berbeda setiap harinya. Hal-hal baru yang terjadi. Kalau science mengatakan 3 cukup, gue mulai dari 3 lalu menjadi 10.

I guess, ini bisa disebut “counting my blessing”

Sekarang, gue punya app khusus di iPhone, namanya My W Days untuk mencatatnya. Dan khusus tahun ini gue bikin Happiness Jar dimana gue mengumpulkan semua momen-momen indah yang ingin gue ingat.

It’s exciting, karena memaksa gue melihat hal-hal yang menyenangkan. Masa sih dalam 1 hari gak ada 3 momen yang menyenangkan?

2. Expressing gratitude. Appreciating others.

Gue percaya sejelek-jeleknya orang, ada dari orang tersebut yang ‘indah’ dan bisa diapresiasi. Akhirnya gue mencoba mengapresiasi setiap orang yang gue temui, walau itu hanya sesederhana dari sebuah senyum, atau menatap matanya, menyapa, memperhatikan sesuatu dari diri mereka yang gue suka, listening dan terutama saying thank you.

Belajar memuji yang tidak pakai basa-basi. Belajar mengapresiasi manusia dengan hal-hal yang sederhana. Menyampaikan ke orang lain betapa mereka punya impact dalam hidup kita.

We don’t do it enough. Makanya gue seneng banget ketika dapat kiriman kartu atau postcard dari teman-teman gue. I want to do more of that.

3. Letting go of negativity.

Sudah hampir 5 tahun gue gak mengikuti TV/berita lokal dengan rutin karena kebanyakan hal-hal yang negatif dibandingkan yang positif. Ada beberapa orang di twitter ataupun FB gue unfollow karena TLnya ganggu untuk gue. Daripada gue kebawa, mendingan gue blok deh negativity itu.

Beberapa hal lain yang gue selalu latih:

  • Meminimize komplain. Kalau mau komplain pun dibatasi waktunya dan kalo mau cerita cuma boleh ke 1 orang saja abis itu udah. Gak perlu dilanjutkan.
  • Mengatakan “maaf” ketika salah atau telah merepotkan orang lain. Ternyata ada lho 1 hari sekali gue minta maaf. Keseringannya dalam jawab sms “Maaf ya baru bisa balas (6 jam kemudian).
  • Memaafkan orang lain. Gue tau ini gak mudah. Jadi, yang works untuk gue adalah dalam meditasi gue membayangkan gue memaafkan orang tersebut dan orang tersebut minta maaf ke gue, dan lalu gue minta maaf juga, lalu kita pelukan. Memang mulai dari imajinasi terlebih dahulu, karena our mind ga bisa membedakan mana yang imajinasi dan real juga kok.
  • Membatasi TV/SocMed yang ganggu.
  • Gak mau partisipasi di gosip. This is harder than it seems, karena gak tau kenapa kita suka banget ngomongin orang. Jadi gue belajar untuk bukan ngomongin orangnya, tetapi apa pembelajaran yang bisa didapatkan dari situasi tsb.
  • Sadar ketika menghakimi orang lain (atau diri sendiri). “Dia rese banget deh.” <— itu sudah judging. Fokus ke fakta/kejadian, bukan persepsinya.
  • Mengcancel pikiran-pikiran negatif, seperti “Duh, bakalan telat nih gue.” Cancel. Cancel. Cukup untuk sadar sedang ada pikiran negatif, trus ngomong “Cancel” ke diri sendiri. Lalu, boleh diganti dengan yang lebih positif, seperti “Eits, gue selalu ontime”
  • Menjauhi orang-orang yang ‘negatif’. Orang yang hobinya komplain, menjelekkan orang lain, melihat dari sisi-sisi yang jelek, playing victim. Why you ask? Karena we’ll be the 5 people we spend most of our time with.

4. Know what I want

Kalau ditanya, “Elo maunya apa sih dalam hidup?” Sekarang gue sudah bisa menjawabnya. Gue sudah punya list mimpi-mimpi gue beserta goalnya. Gue sudah punya gambaran values dan karakter seperti apa yang ingin gue kuatkan. Gue punya hal-hal di masa depan (even di minggu depan) yang membuat gue excited.

To have a sense of purpose/direction.

5. Enjoying every moment, the NOW

Collect moments, not things.

Gue ingat kemarin pas terjebak dalam kemacetan jakarta 3 jam bolak balik doang, gue pun menghibur diri dengan: menghitung berapa banyak kupu-kupu yang gue lihat di jalan, pasang lagu-lagu baru yang ditemukan di 8tracks, foto-foto pohon dan ranting, bengong melihat rintikan hujan di kaca, bersyukur karena ga perlu naik kendaraan umum dan kehujanan.

Gue inget diketawain temen kantor ketika sudah lama banget gak makan padang trus nangis pas makan rendang. Iya I know keterlaluan sih. Tapi itu rendang emang enak banget. Gimana dong.

Gue juga ingat memperhatikan keponakan gue main sendirian, bagaimana dia bisa hilang dalam dunianya sendiri, menghibur diri sendiri tetapi puas sekali. It’s beautiful.

6. See the “beauty in everything”

Ketika mama kembali divonis kanker untuk yang ke-2 kalinya, itu memaksa gue untuk benar-benar melihat keindahan dalam hal-hal yang paling kecil. Bahwa sesuatu yang kita label ‘buruk’ pun bisa indah. Dan benar, 3 bulan terakhir bersama mama adalah saat paling indah. Walau sambil nangis-nangis dan patah hati.

7. Exercise

Because it’s fun. Kalo elo olahraga tapi gak enjoy percuma. Dan serunya, begitu berolahraga, karena otak memproduksi endorphine, kita jadi semakin excited. It feels sooo good. Puas banget rasanya kalau keringetan. Dan badan juga rasanya enak. Plus, it makes you smarter 😉

8. Meditate

Setiap orang punya definisi yang berbeda-beda tentang meditasi. Bagi gue meditai itu sebuah Quiet Time, dimana gue gak melakukan apapun kecuali napas. And the best kind of meditation buat gue itu seperti berdoa ke Tuhan YME tetapi tanpa mengatakan apapun. Kalau kamu cuma punya 2 menit/hari untuk duduk diam, do it. I start from 2 minutes juga kok.

9. Do what I love, and do it often

I know what I enjoy, jadi gue pastikan gue banyak melakukan hal-hal tersebut. Dari makan makanan favorit gue, meluk orang, baca buku, tidur. (Yes, I sleep a lot).

I think this is me loving me, making time for me, spoiling me. Kalo bukan gue yang memanjakan gue, siapa lagi?

10. Loving me, being comfortable in my own skin

Dan nyambung ke sini. Nyaman dengan diri sendiri. Gak sibuk membandingkan diri dengan orang lain. Melepaskan rasa bersalah, marah, kritik. Pintar menerima pujian. Tahu apa kekuatan gue. Gak sok ingin ikut-ikutan orang lain.

11. Surround myself with amazing, inspiring and happy people

Ini penting banget. “You become tlike the 5 people you spend most of the time with.” So, choose wisely 🙂

12. How can I contribute to this moment/ work/ life?

Senantiasa bertanya ke diri gue setiap ketemu orang, mengerjakan sesuatu, “Apa kontribusi yang bisa gue berikan di sini?” Jadi gue gak sekedar melakukan sesuatu, menghabiskan waktu, tetapi juga ada manfaatnya untuk orang lain. Terkadang, itu hanya butuh perhatian 100% dalam mendengarkan orang lain, gak sambil main HP.

 

Gantian tanya ya, kalo kamu, apa yang kamu sudah jadikan kebiasaan untuk memastikan kamu happy?

About the author

Kami di theUnlearn.com berkomitmen untuk membawakan hal-hal yang inspiratif, joyful, bermanfaat agar kita bisa fully live our lives, be the person that we want to be.

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *